Kompas.com - 10/02/2021, 13:26 WIB
Ilustrasi musyawarah freepik.com/storiesIlustrasi musyawarah

KOMPAS.com - Pancasila sebagai pedoman hidup masyarakat Indonesia, berarti nilai yang terkandung di dalamnya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai kerakyatan. Nilai ini terdapat dalam sila keempat Pancasila, yang berbunyi 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan'

Supaya lebih memahami nilai, makna dan contoh penerapan sila keempat. Mari kita simak contoh soal dan pembahasannya.

Nilai dan makna yang terkandung dalam sila keempat Pancasila

Sila keempat Pancasila mengandung nilai kerakyatan. Artinya kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Nilai ini erat kaitannya dengan sistem pemerintahan demokrasi di Indonesia, yakni pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat serta untuk rakyat.

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), hikmat kebijaksanaan dapat diartikan sebagai menggunakan akal sehat dalam segala sesuatu. Sedangkan permusyawaratan diartikan sebagai musyawarah dalam pengambilan keputusan untuk mencapai mufakat. Perwakilan berarti sistem yang dianut dalam perwakilan rakyat.

Selain nilai kerakyatan, sila keempat Pancasila juga berarti melakukan dan mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan serta menghormati perbedaan pendapat yang ada.

Baca juga: Contoh Penerapan Sila Kedua Pancasila

Butir-butir yang terkandung dalam sila keempat Pancasila

Dikutip dari TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut adalah butir-butir nilai yang terkandung dalam sila keempat Pancasila:

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati serta menjunjung tinggi tiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik serta rasa tanggung menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi serta golongan di dalam musyawarah.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bangsa.
  10. Memberi kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercaya untuk melaksanakan permusyawaratan.

Contoh penerapan sila keempat Pancasila di lingkungan sekolah:

  1. Mau mendengarkan pendapat teman atau guru.
  2. Tidak memaksa orang lain untuk mengikuti pendapat, sikap atau tindakan.
  3. Mengambil keputusan lewat musyawarah.
  4. Menghormati hak orang lain dalam memberikan pendapat.
  5. Melakukan hal yang telah diputuskan lewat musyawarah dengan baik.

Baca juga: Contoh Penerapan Sila Ketiga Pancasila

Contoh penerapan sila keempat Pancasila di lingkungan rumah:

  1. Mendengarkan serta menuruti nasihat yang diberikan orang tua.
  2. Mau mendengarkan saran dari orang tua maupun anak.
  3. Tidak marah jika permintaannya tidak dituruti.
  4. Melakukan pekerjaan rumah dengan bergotong royong.
  5. Menghargai keputusan yang telah diambil lewat musyawarah.

Contoh penerapan sila kelima Pancasila di lingkungan rumah:

  1. Memiliki sikap sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Mengikuti pemilihan RT atau RW.
  3. Turut serta dalam aktivitas atau kegiatan yang berhubungan dengan musyawarah. 
  4. Melaksanakan keputusan yang diambil dalam musyawarah.
  5. Turut serta dalam memberikan dan mendengar pendapat.


Sumber Kemdikbud
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X