Kompas.com - 30/12/2020, 17:26 WIB
Turis asing mengabadikan keindahan Pura Taman Ayun di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/8/2016). Wisata ke Bali kini dapat dilakukan siapa pun dengan biaya terjangkau. KOMPAS/IWAN SETIYAWANTuris asing mengabadikan keindahan Pura Taman Ayun di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/8/2016). Wisata ke Bali kini dapat dilakukan siapa pun dengan biaya terjangkau.

KOMPAS.com - Kerajaan Bali merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang mulai muncul pada awal abad ke-9 Masehi.

Keberadaan kerajaan Hindu-Buddha di Bali dapat ditelusuri melalui sumber-sumber prasasti, kitab Carita Parahyangan dan berita China.

Dalam kitab sejarah dinasti Tang, disebutkan bahwa terdapat sebuah kerajaan P’o-li (Bali) yang terletak di sebelah timur pulau Jawa.

Bidang politik dan pemerintahan

Dalam buku Sejarah Indonesia masa Hindu-Buddha (2013) karya Suwardono, informasi tentang raja-raja awal kerajaan Bali dapat ditemukan di Prasasti Sanur (913 Masehi). Prasasti Sanur dibuat oleh raja pendiri dinasti Warmadewa bernama Sri Kesari Warmadewa.

Baca juga: Keruntuhan Kerajaan Kediri

Dinasti Warmadewa tercatat memiliki 10 orang raja yang memerintah pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi. Berikut raja-raja dinasti Warmadewa di Bali :

  1. Sri Kesari Wardana
  2. Sri Ugrasena
  3. Sri Aji Tabanendra Warmadewa
  4. Indra Jayasingha Warmadewa
  5. Jayashadu Warmadewa
  6. Sri Wijaya Mahadewi
  7. Dharma Udayana Warmadewa
  8. Marakata
  9. Anak Wungsu
  10. Sri Walaprabhu

Struktur pemerintahan kerajaan Bali masa dinasti Warmadewa memiliki kesamaan dengan struktur pemerintahan kerajaan Jawa.

Raja merupakan pimpinan tertinggi kerajaan Bali. Dalam menjalankan pemerintahannya, raja dibantu oleh badan penasehat pusat yang disebut dengan Panglapuan.

Baca juga: Runtuhnya Kerajaan Singasari

Bidang agama dan kepercayaan

Kerajaan Bali menganut agama Hindu, Buddha, dan Animisme. Pada perkembangannya, masyarakat Bali melakukan akulturasi kepercayaan Hindu-Buddha dan Animisme.

Akulturasi antara Hindu-Buddha dan Animisme di kerajaan Bali dapat terlihat melalui bangunan-bangunan pura kuno yang mirip seperti punden berundak.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Skola
Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Skola
Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Skola
Alat Musik Daerah Maluku

Alat Musik Daerah Maluku

Skola
Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Skola
Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Skola
Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Skola
Ganda, Alat Musik Daerah Sulawesi Tengah

Ganda, Alat Musik Daerah Sulawesi Tengah

Skola
Kolintang, Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara

Kolintang, Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara

Skola
Keunikan Alat Musik Tradisional Bali

Keunikan Alat Musik Tradisional Bali

Skola
Tuma, Alat Musik Khas Kalimantan Barat

Tuma, Alat Musik Khas Kalimantan Barat

Skola
8 Alat Musik Daerah NTT

8 Alat Musik Daerah NTT

Skola
Alat Musik Tradisional Kalimantan Utara

Alat Musik Tradisional Kalimantan Utara

Skola
Bisakah Serigala Dijinakkan?

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Skola
Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Skola
komentar
Close Ads X