Kompas.com - 24/11/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi contoh teks eksplanasi tentang Covid-19. KOMPAS.com/ARUM SUTRISNI PUTRIIlustrasi contoh teks eksplanasi tentang Covid-19.

KOMPAS.com - Teks eksplanasi adalah karangan yang menceritakan terjadinya fenomena. Berikut contoh teks eksplanasi tentang Covid-19:

Menurut Mark and Katty Anderson dalam Text Types in English (2003) teks eksplanasi adalah bentuk teks yang menyajikan serangkaian peristiwa.

Teks eksplanasi merupakan karangan mengenai latar belakang terjadinya fenomena secara jelas dan logis.

Jenis teks ini mengandung pernyataan yang memiliki hubungan sebab-akibat. Tujuannya untuk menyampaikan kepada pembaca mengenai mengapa atau bagaimana sesuatu terjadi.

Baca juga: Pengertian Teks Eksplanasi dan Contohnya

Contoh 1

Penularan Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Covid-19 begitu cepat menular dari satu manusia ke manusia lainnya. Jumlah korban dan angka kasus kian meningkat. Hingga tulisan ini dibuat, jumlah kasus mencapai lebih dari 502 ribu kasus di Indonesia. Sedangkan di dunia mencapai lebih dari 58,7 juta kasus.

Covid-19 ditularkan dari seseorang yang terkena virus SARS-CoV-2 ke orang lainnya. Penyakit ini dapat menyebar melalui droplet atau tetesan air dari hidung, mulut, atau bagian lain dari tubuh manusia. Penularannya dapat terjadi pada saat batuk, bersin, atau berbicara.

Seseorang juga dapat terinfeksi Covid-19 bila tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Ini alasan mengapa penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang lain.

Droplet juga dapat melekat atau jatuh pada benda di sekitarnya, kemudian menularkan penyakit pada orang lain yang menyentuh benda yang sudah terkontaminasi droplet penderita. Bila tangan kita yang terkontaminasi menyentuh mata, hidung, atau mulut, maka kita dapat terinfeksi Covid-19. Ini adalah alasan pentingnya mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, atau hand sanitizer.

Baca juga: Hubungan Kausalitas dalam Teks Eksplanasi

Contoh 2

Lansia Rentan Mengalami Sakit Lebih Parah Bila Terkena Covid-19

Seperti yang kita tahu, penularan Covid-19 tidak mengenal batasan usia. Siapa saja bisa terinfeksi. Namun orang tua lanjut usia (lansia) lebih rentan untuk menderita sakit parah. Terutama orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi.

Lansia menjadi kelompok rentan sebab menurunnya sistem kekebalan tubuh seiring usia. Sejalan dengan pertambahan usia, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan. Hampir semua fungsi organ dan gerak menurun. Diikuti dengan menurunnya imunitas sebagai pelindung tubuh yang tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah sebabnya mengapa orang lansia rentan terserang berbagai penyakit, termasuk Covid-19.

Sistem imun yang lemah, belum lagi ditambah penyakit yang diderita sebelumnya, dapat meningkatkan risiko kematian akibat Covid-19 pada lansia semakin tinggi.

Baca juga: Karakteristik Teks Eksplanasi

Contoh 3

Rajin Mencuci Tangan dan Memakai Masker

Selama pandemi, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Pandemi terus mengingatkan warga untuk selalu cuci tangan dan memakai masker.

Cuci tangan mengurangi penyebaran Covid-19 karena mencegah rantai penularan melalui droplet yang menempel di tangan. Droplet merupakan cairan dari tubuh manusia, seperti dari hidung dan mulut. Droplet tersebut dapat menempel pada berbagai macam benda sehingga orang lain yang sebelumnya tidak terinfeksi, jadi tertular akibat droplet penderita. Itu sebabnya, mencuci tangan adalah hal yang penting dilakukan selama pandemi.

Sementara memakai masker dapat menghindari penularan Covid-19 melalui droplet yang menyebar melalui udara. Ketika seseorang penderita bersin atau batuk, droplet dapat menyebar melalui udara, sehingga orang lain di sekitarnya akan menyebar.

Kementerian Kesehatan menemukan beberapa kasus penderita tanpa gejala. Hal ini berbahaya karena penderita tampak sehat dan tidak dapat dideteksi kecuali menggunakan tes swab. Ini sebabnya warga dianjurkan mengenakan masker saat keluar rumah.

Baca juga: Struktur Teks Eksplanasi

Contoh 4

Nasib Pedagang Kaki Lima Selama Pandemi

Covid-19 menyebabkan kerugian pada berbagai sektor. Mulai dari wisata, transportasi, perekonomian negara, sampai pedagang kaki lima. Semenjak aturan karantina atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semua warga dianjurkan untuk membatasi intensitas keluar rumah.

Oleh sebab warga jarang keluar rumah, pedagang kaki lima sepi pelanggan. Bahkan beberapa dari mereka tidak dapat berjualan karena dilarang oleh pemerintah setempat. Sementara, pedagang kaki lima yang masih boleh berjualan di beberapa daerah menanggung risiko besar ketika membuka lapaknya.

Pedagang kaki lima berbeda dengan warung atau rumah makan yang memiliki bangunan khusus untuk berjualan. Mereka harus berkeliling atau menetap di sudut-sudut ramai kota. Pandemi menyebabkan penghasilan mereka berkurang secara drastis.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X