Dominasi Pemerintahan Belanda

Kompas.com - 06/10/2020, 19:39 WIB
Isi Traktat London kemdikbud.go.idIsi Traktat London

KOMPAS.com - Setelah mundurnya kekuasaan Inggris di Indonesia, muncul babak baru yang dinamakan dominasi Pemerintahan Belanda.

Pada masa ini dikenal dengan Traktat London dan pemerintahan Belanda baru yang dipimpin oleh van der Capellen.

Seperti apa sejarah dari Traktat London, dan bagaimanakah pemerintahan di masa van der Capellen?

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dalam Traktat London dijelaskan bahwa munculnya dominasi Belanda setelah ditandatanganinya Konvensi atau Traktat London pada Inggris pada tahun 1824.

Baca juga: Kedatangan Belanda di Indonesia

Adapun isi dari Traktat London itu sendiri adalah:

  • Belanda menyerahkan semua perusahaan atau bangunan yang telah didirikan di India.
  • Belanda menarik mundur posisinya di Singapura.
  • Inggris diminta menyerahkan fort Marlborough dan seluruh kepemilikannya di Sumatera dan tidak mendirikan kantor perwakilannya di Sumatera.
  • Inggris menyerahkan Pulau Billiton kepada Belanda.

Dalam buku Nusantara: Sejarah Indonesia (2008) oleh Bernard Hubertus Maria Vlekke, dikatakan Traktat London adalah untuk mengambil alih pemerintahan kepulauan Indonesia di tangan Belanda.

Raja Willem kemudian mengirimkan tiga Komisariat Jenderal, dengan kepalanya adalah CTH Elout dan anggotanya adalah A Buyskes dan Baron van der Capellen.

Pada tahun1818, Baron van der Capellen ditunjuk sebagai gubernur Hindia Belanda, setelah berakhirnya kekuasaan Inggris. Dengan diduduki oleh orang Belanda, maka sudah jelas kembalinya dominasi pemerintahan Belanda di Indonesia.

Baca juga: Reaksi Bangsa Indonesia Terhadap Kedatangan Belanda

Kebijakan van der Cappelen di Indonesia dilihat dari beberapa hal, yakni dengan membuktikan dirinya sebagai liberiali sejati dan menolak sistem otoriter di tanah jajahan.

Di samping itu van der Cappelen dalam masa pemerintahannya mengutamakan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan penyebaran bahasa-bahasa Melayu, bahasa Jawa dan lain-lain di kalangan orang Eropa.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biografi Sultan Agung Hanyokrokusumo, Melawan VOC di Batavia

Biografi Sultan Agung Hanyokrokusumo, Melawan VOC di Batavia

Skola
Faktor yang Mendukung Pertanian di Mesir

Faktor yang Mendukung Pertanian di Mesir

Skola
Fungsi Candi dalam Agama Hindu

Fungsi Candi dalam Agama Hindu

Skola
Predasi dan Kompetisi Beserta Contohnya

Predasi dan Kompetisi Beserta Contohnya

Skola
Faktor Majapahit menjadi Kerajaan Besar Agraris dan Perdagangan

Faktor Majapahit menjadi Kerajaan Besar Agraris dan Perdagangan

Skola
Biliu, Pakaian Adat Gorontalo

Biliu, Pakaian Adat Gorontalo

Skola
Masjid Menara Kudus, Bentuk Akulturasi Budaya

Masjid Menara Kudus, Bentuk Akulturasi Budaya

Skola
Nilai-Nilai pada Tradisi Sekaten

Nilai-Nilai pada Tradisi Sekaten

Skola
Laku Tepu, Pakaian Adat Sulawesi Utara

Laku Tepu, Pakaian Adat Sulawesi Utara

Skola
Gerakan Senam Aerobik dan Manfaat bagi Kesehatan Tubuh

Gerakan Senam Aerobik dan Manfaat bagi Kesehatan Tubuh

Skola
Latar Belakang dan Alasan Kerajaan Demak Menguasai Banten

Latar Belakang dan Alasan Kerajaan Demak Menguasai Banten

Skola
Perbedaan Sistem Pemerintahan Indonesia dengan Malaysia

Perbedaan Sistem Pemerintahan Indonesia dengan Malaysia

Skola
Perbedaan Wewenang MA dan MK

Perbedaan Wewenang MA dan MK

Skola
Contoh Kritik Musik

Contoh Kritik Musik

Skola
Gubernur Jenderal Hindia Belanda dari 1875 hingga 1904

Gubernur Jenderal Hindia Belanda dari 1875 hingga 1904

Skola
komentar
Close Ads X