Peristiwa Penting Era Orde Baru

Kompas.com - 10/02/2020, 13:00 WIB
Presiden Soeharto saat dilantik dan diambil sumpahnya menjadi Presiden pada 27 Maret 1968. KOMPAS/PAT HENDRANTOPresiden Soeharto saat dilantik dan diambil sumpahnya menjadi Presiden pada 27 Maret 1968.

KOMPAS.com- Orde Baru merupakan era pemerintahan yang berada di kepemimpinan Presiden Soeharto.

Era tersebut berlangsung selama 32 tahun, untuk menggantikan masa pemerintahan Soekarno pada Era Orde Lama.

Tujuan Orde Baru dibentuk yaitu untuk menata kembali kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila serta UUD 1945.

Dilansir dalam buku Berguru Kepada Bapak Bangsa (1999) karya Ahmad Fathoni dkk, berikut beberapa peristiwa penting di Era Orde Baru:

Tri Tuntutan Rakyat

Sikap pemerintah yang dinilai tidak tegas terhadap PKI karena telah melakukan pengkhianatan terhadap negara menjadi salah satu pemicu timbulnya Tri Tuntutan Rakyat (Tritura).

Selain itu, melemahnya ekonomi Indonesia semakin mendorong Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) pada tanggal 10 Januari 1966 membuat aksi Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat yang dikenal Tritura tersebut.

Baca juga: Mati Sejak Orde Baru, Rel Cibatu-Garut Kini Bisa Dilintasi Kereta Api

Isi Tritura sebagai berikut:

  1. Pembubaran PKI
  2. Pembersihan kabinet dari unsur-unsur G30 S/PKI
  3. Penurunan harga dan perbaikan ekonomi

Supersemar

Surat Perintah Sebelas Maret atau dikenal dengan Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada 11 Maret 1966.

Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, di mana saat itu selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.

Sidang Umum MPRS

MPRS menyelenggarakan sidang umum keempat pada 17 Juni 1966 yang menghasilkan beberapa ketetapan, sebagai berikut:

Ketetapan MPRS No IX tentang Pengukuhan Surat Perintah Sebelas Maret
Ketetapan MPRS No XXV tentang Pembubaran PKI dan ormas-ormasnya serta larangan untuk menyebarkan ajaran Marxisme dan Komunisme di Indonesia.
Ketetapan MPRS No XXIII tentang pembaruan untuk landasan kebijakan ekonomi, keuangan, dan pembangunan.
Ketetapan MPRS No XIII tentang pembentukan Kabinet Ampera yang ditugaskan kepada Pengemban Tap MPRS No IX

Nawaksara

Nawaksara merupakan pidato pertanggungjawaban Presiden Soekarno pada Sidang Umum MPRS 1966 atas pemberontakan G30S PKI. Serta kemerosotan ekonomi dan moral bangsa.

Pada 22 Juni 1966 Presiden Soekarno menyampaikan amanat yang diberi judul Nawaksara atau Sembilan Pasal.

Baca juga: Komnas HAM: Dewan Keamanan Nasional Mirip Kopkamtib di Rezim Orba

Namun hal itu dianggap kurang memenuhi harapan rakyat. Sehingga pada 22 Februari 1967, Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada pengembangan Ketetapan MPRS No IX, yaitu Jenderal Soeharto.

Pemilihan Umum (Pemilu)

Pemilu pada 3 Juli 1971 menjadi Pemilu pertama pada masa Orde Baru. Pemilu tersebut diikuti 10 parta politik. Partai tersebut di antaranya NU, PKRI, Parkindo, Murba, PNI, Golkar, dan IPKI.

Golkar menjadi partai pemenang pemilu pertama Orde Baru. Kemudian Pemilu tersebut berlanjut pada tahun 1977, 1982, 1987, 1992, 1997.

Namun pada tahun 1977-1997 hanya ada tiga partai, yaitu Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Peristiwa Malari 1974

Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) terjadi pada tanggal 15 Januari 1974 di masa Orde Baru.

Berawal dari gerakan demonstari mahasiswa yang berkembang menjadi peristiwa kerusuhan sosial.

Demonstrasi tersebut menyeruakan kritik mengenai kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Soeharto yang dianggap terlalu berpihak kepada investor asing.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tari Lenso, Berasal dari Bahasa Portugis

Tari Lenso, Berasal dari Bahasa Portugis

Skola
Interval Nada Harmonis dan Melodis

Interval Nada Harmonis dan Melodis

Skola
Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Skola
Tari Bedana, Cermin Tata Kehidupan Masyarakat Lampung

Tari Bedana, Cermin Tata Kehidupan Masyarakat Lampung

Skola
10 Patung Tertinggi di Dunia

10 Patung Tertinggi di Dunia

Skola
Tari Cangget, Tarian Tradisional Provinsi Lampung

Tari Cangget, Tarian Tradisional Provinsi Lampung

Skola
Kenapa Hujan Bikin Lapar?

Kenapa Hujan Bikin Lapar?

Skola
Gejala Listrik Dinamis

Gejala Listrik Dinamis

Skola
Ciri-Ciri Manusia Wirausaha

Ciri-Ciri Manusia Wirausaha

Skola
Definisi Kekuasaan Menurut Para Ahli

Definisi Kekuasaan Menurut Para Ahli

Skola
Tari Kancet Papatai, Tarian Perang dari Kalimantan Timur

Tari Kancet Papatai, Tarian Perang dari Kalimantan Timur

Skola
Mengapa Cheetah dan Kuda Sangat Lincah?

Mengapa Cheetah dan Kuda Sangat Lincah?

Skola
Makna Lagu Gundul-Gundul Pacul

Makna Lagu Gundul-Gundul Pacul

Skola
Tari Balean Dadas, Tarian Minta Kesembuhan dari Kalimantan Tengah

Tari Balean Dadas, Tarian Minta Kesembuhan dari Kalimantan Tengah

Skola
Apa Fungsi Kumis pada Kucing?

Apa Fungsi Kumis pada Kucing?

Skola
komentar
Close Ads X