Kompas.com - 04/02/2020, 15:00 WIB
Diorama Kongres Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015). KOMPAS/PRIYOMBODODiorama Kongres Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).

KOMPAS.com - Pada 1908, pemuda-pemudi nusantara mulai bangkit ditandai munculnya organisasi Boedi Oetomo.

Para pemuda menyadari perjuangan bersifat lokal adalah sia-sia. Hanya dengan persatuan dan kesatuan, cita-cita kemerdekaan dapat diraih.

Berdirinya Boedi Oetomo mendorong kemunculan organisasi pemuda lain pada masa sebelum kebangkitan nasional.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, nama-nama organisasi pemuda adalah sebagai berikut:

Trikoro Dharmo

Trikoro Dharmo didirikan oleh R Satiman Wiryosanjoyo dkk di Gedung STOVIA Jakarta pada 1915. Trikoro Dharmo adalah cikal bakal Jong Java.

Trikoro Dharmo memiliki tiga visi mulia, yaitu:

  1. Sakti berarti kekuasaan dan kecerdasan
  2. Budi berarti bijaksana
  3. Bhakti berarti kasih sayang

Baca juga: Pergerakan Nasional di Indonesia, Diawali Organisasi Budi Utomo

Visi tersebut dikembangkan dalam tiga tujuan Trikoro Dharmo, yaitu:

  1. Mempererat tali persaudaraan antar siswa-siswi Bumi Putra pada sekolah menengah dan kejuruan.
  2. Menambah pengetahuan umum bagi anggotanya.
  3. Membangkitkan dan mempertajam peranan untuk segala bahasa dan budaya.

Dalam kongres pertamanya di Solo pada 12 Juni 1918, Trikoro Dharmo mengubah nama menjadi Jong Java.

Kongres ini juga menetapkan perubahan haluan organisasi dari semua organisasi nonpolitik menjadi organisasi politik.

Pada Kongres 1926, Jong Java menyatakan dalam anggaran dasarnya hendak menghidupkan rasa persatuan seluruh bangsa Indonesia. Serta kerja sama dengan semua organisasi pemuda dalam rangka membengtuk keIndonesiaan.

Dengan demikian, organisasi ini menghapus sifat Jawa-sentris serta mulai terbuka bekerja sama dengan pemuda-pemuda bukan Jawa.

Jong Sumateranen Bond

Organisasi kepemudaan Persatuan Pemuda-Pelajar Sumatera atau Jong Sumateranen Bond didirikan pada 1917 di Jakarta.

Pada Kongres ketiga, Jong Sumateranen Bond melontarkan pemikiran Moh. Yamin yaitu anjuran agar penduduk nusantara menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar dan bahasa persatuan.

Jong Sumateranen Bond melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Moh. Hatta, Moh. Yamin dan Bahder Johan.

Baca juga: Budi Utomo: Sejarah Berdiri dan Peranannya

Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Celebes

Jong Ambon berdiri pada 1918. Kemudian antara 1918-1919 berdiri Jong Minahasa dan Jong Celebes. Salah satu tokoh yang lahir dari persatuan pemuda Minahasa adalah Sam Ratulangi.

Organisasi pemuda lain

Organisasi Pemuda lainnya yang bergerak untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka adalah Sekar Rukun (1919), Jong Betawi (1927) dan Jong Bataks Bond (1925).

Semua organisasi tersebut kemudian mendorong lahirnya Sumpah Pemuda pada 1928.

Organisasi kepemudaan yang tidak berlatar belakang suku dan kedaerahan adalah Perhimpunan Indonesia.

Perhimpunan Indonesia paling gencar mengumandangkan persatuan bangsa Indonesia di Belanda. Beranggotakan para pemuda dari berbagai suku dan pulau di Indonesia.


Sumber Kemdikbud
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X