Pubertas Dini Atau Terlambat, Adakah Dampaknya?

Kompas.com - 12/01/2020, 09:53 WIB
Dampak pubertas dini atau terlambat shutterstock.comDampak pubertas dini atau terlambat
  • Penyebab pubertas prekoks sentral

Pubertas ini menyangkut peran otak untuk memicu organ reproduksi menghasilkan hormon. Beberapa penyebabnya antara lain:

  1. Tumor otak atau saraf tulang belakang
  2. Efek paparan radiasi pada otak atau tulang belakang
  3. Luka pada otak atau tulang belakang
  4. Gangguan hipotiroid, kondisi yang menyebabkan kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon yang cukup

Baca juga: Pelecehan Seksual Percepat Pubertas Gadis Kecil

  • Penyebab pubertas prekoks perifer

Beberapa kemungkinan penyebab pubertas dini perifer adalah:

  1. Tumor pada kelenjar adrenal
  2. Paparan hormon esterogen atau testoteron dari obat-obatan
  3. Kista dan tumor pada ovarium anak perempuan
  4. Tumor pada sel dari organ penghasil sperma
  5. Mutasi genetik pada kelenjar gonad bayi laki-laki

Tubuh yang tidak siap pada perubahan masa pubertas menyebabkan pertumbuhan anak yang tidak seimbang.

Pertumbuhan fisik dan mental menjadi tidak optimal. Berikut beberapa dampak bagi anak dengan pubertas dini:

  1. Anak dengan pubertas dini sering mengalami tekanan psikologis akibat perubahan fisik dan hormon yang terlalu dini. Serta pemahaman yang kurang sehingga mendapatkan ejekan dari teman sebaya.
  2. Anak perempuan mengalami mens sebelum usia 9-10 tahun sering mengalami kesulitan menggunakan dan mengganti tampon (pembalut).
  3. Peningkatan libido menyebabkan perilaku seks yang tidak sesuai, onani atau hubungan seksual lebih dini.
  4. Meningkatnya pertumbuhan anak dengan pubertas dini menyebabkan anak lebih tinggi dibandingkan sebayanya, percepatan maturasi usia tulang, dan penutupan cakram pertumbuhan lebih cepat.

Pubertas terlambat

Pubertas dikatakan terlambat jika pada usia 12-13 tahun belum muncul ciri-ciri pubertas pada anak.

Dari jurnal Keterlambatan Pubertas (2003) Syamsul Azwar, mengatakan penyebab keterlambatan pubertas terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Hypergonadropin, kelainan yang terjadi di daerah perifer disebabkan kegagalan gonad.
  • Hypogonadrotropi, kelainan bisa terjadi pada saraf pusat (SSP), hipotalamus, atau hipofisis.

Remaja dengan gizi kurang juga bisa memicu pubertas terlambat pada anak. Selain itu sindrom turner yang membuat anak tidak bisa tumbuh besar.

Baca juga: Pubertas Bisa Jadi Awal Obesitas

Sindrom turner merupakan hilangnya satu kromosom seks yang membuat organ reproduksinya tidak sempurna. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab anak tidak bisa tinggi.

Berikut beberapa penyebab keterlambatan pubertas lainnya, yaitu:

  • Pertumbuhan keluarga

Biasanya seorang anak perempuan mengalami haid pertama di usia yang sama dengan ibunya.

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X