Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/02/2024, 20:30 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Ada banyak jenis gelombang atau ombak yang terbentuk di lautan, dari riak kecil hingga dinding air besar setinggi 30 meter. Ini, utamanya, disebabkan oleh angin, dan jika tidak ada hambatan, gelombang dapat menempuh jarak ribuan kilometer.

Cuaca buruk atau kejadian alam sering kali menghasilkan gelombang yang lebih besar dan berpotensi membahayakan. Badai hebat yang bergerak ke daratan sering kali menimbulkan gelombang badai, yakni gelombang panjang yang disebabkan oleh angin kencang dan berlanjutnya wilayah bertekanan rendah.

Gempa bumi atau tanah longsor di bawah laut juga dapat memindahkan sejumlah besar air dengan sangat cepat, sehingga menimbulkan serangkaian gelombang yang sangat panjang yang disebut tsunami.

Gelombang badai dan tsunami tidak menimbulkan gelombang besar, melainkan kenaikan permukaan air laut secara besar-besaran saat mencapai pantai, dan fenomena ini dapat sangat merusak lingkungan pesisir.

Baca juga: Ini Dampak Jika Air Laut Menjadi Asam

Mengapa ada gelombang di laut?

Gelombang terbentuk ketika kekuatan angin bertiup di atas permukaan air, mengirim energinya dan menyebabkan air bergerak dalam gerakan melingkar. Naik turunnya molekul air menimbulkan gelombang yang bergerak searah dengan arah angin.

Gelombang mengangkut energi, bukan air. Analoginya adalah sekelompok orang yang melakukan gerakan gelombang saat menonton pertandingan di sebuah stadion; mereka tetap berada di lokasi yang sama, namun gerak gelombang yang mereka ciptakan bergerak mengelilingi arena.

Saat gelombang mencapai pantai, dasar dangkal mulai mengalir ke dasarnya, memperlambat bagian yang lebih dalam. Hal ini menyebabkan gelombang berdiri kemudian bergerak maju sebelum akhirnya pecah.

Ketinggian gelombang ditentukan oleh kekuatan angin, lamanya waktu bertiup, dan jangkauannya, yakni jarak yang ditempuhnya di atas air.

Baca juga: Apakah Ada Kehidupan di Laut Mati?

Para ahli kelautan mengukur tinggi gelombang menggunakan istilah yang disebut “ketinggian gelombang signifikan”, yaitu tinggi rata-rata dari 33 persen gelombang terbesar di wilayah lautan pada saat itu.

Angin yang bertiup selama satu jam dengan kecepatan 55,6 kilometer per jam di atas hamparan air selebar 1.000 km akan menimbulkan gelombang dengan tinggi gelombang signifikan 0,7 meter. Namun, jika terjadi selama 48 jam, puncak gelombang akan bertambah hingga 10,5 meter.

Kadang-kadang, gelombang bergabung membentuk gelombang yang jauh lebih tinggi daripada gelombang di sekitarnya. Gelombang jenis ini dulunya dianggap fiksi, atau semakin langka. Namun, melalui pemantauan laut yang lebih baik, para ahli sekarang mengetahui bahwa gelombang aneh ini sangat umum terjadi.

Kekuatan kompleks yang menyebabkan gelombang ini kini lebih dipahami, sehingga meningkatkan kemungkinan prakiraan gelombang yang berbahaya di masa depan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Apakah Keabadian Itu Mungkin?

Apakah Keabadian Itu Mungkin?

Fenomena
Bagaimana Rayap Membangun Sarang Raksasanya?

Bagaimana Rayap Membangun Sarang Raksasanya?

Oh Begitu
Benarkah Makan Perlahan Bisa Turunkan Berat Badan?

Benarkah Makan Perlahan Bisa Turunkan Berat Badan?

Oh Begitu
Studi Ungkap Pengaruh Bulan bagi Siklus Menstruasi

Studi Ungkap Pengaruh Bulan bagi Siklus Menstruasi

Fenomena
Ada Berapa Lubang Hitam di Galaksi Bima Sakti?

Ada Berapa Lubang Hitam di Galaksi Bima Sakti?

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Fakta Menarik dari Salmon Kaleng Berusia 40 Tahun

Peneliti Ungkap Fakta Menarik dari Salmon Kaleng Berusia 40 Tahun

Oh Begitu
Temuan Mikroplastik di Situs Arkeologi, Ilmuwan Beri Peringatan

Temuan Mikroplastik di Situs Arkeologi, Ilmuwan Beri Peringatan

Fenomena
Studi Ungkap Hal yang Terjadi saat Matahari Mati

Studi Ungkap Hal yang Terjadi saat Matahari Mati

Fenomena
Mengapa Kencing Kucing Berbau Menyengat?

Mengapa Kencing Kucing Berbau Menyengat?

Oh Begitu
Studi: Diet Keto dapat Kurangi Risiko Alzheimer

Studi: Diet Keto dapat Kurangi Risiko Alzheimer

Kita
Apakah Bisa Konsumsi Ular Piton?

Apakah Bisa Konsumsi Ular Piton?

Kita
Apa Manfaat Tidur Telanjang bagi Kesehatan?

Apa Manfaat Tidur Telanjang bagi Kesehatan?

Oh Begitu
Studi: Sebelum Anjing, Rubah adalah Sahabat Manusia

Studi: Sebelum Anjing, Rubah adalah Sahabat Manusia

Oh Begitu
Mesir Kuno Anggap Galaksi Bima Sakti adalah Tangga Menuju Akhirat

Mesir Kuno Anggap Galaksi Bima Sakti adalah Tangga Menuju Akhirat

Oh Begitu
Benarkah Polusi Udara Sebabkan Sakit Kepala?

Benarkah Polusi Udara Sebabkan Sakit Kepala?

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com