Kompas.com - 18/08/2022, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Hiu purba Megalodon tak hanya memiliki ukuran tubuh raksasa, tetapi juga nafsu makan sangat besar.

Dalam sebuah rekonstruksi 3D pertama dari predator tersebut, peneliti berhasil mengungkap, bahwa hiu bahkan mampu menelan paus sepanjang 8 meter hanya dalam sekali gigitan saja.

Dikutip dari Phys, Kamis (18/8/2022) megalodon (Otodus megalodon) memiliki panjang 16 meter dan berat lebih dari 61 ton.

Baca juga: Hidung Paus Sperma Jadi Cemilan Favorit Hiu Megalodon Saat Masih Hidup

Hiu ini diperkirakan mampu berenang dengan kecepatan sekitar 1,4 meter per detik.

Megalodon juga membutuhkan lebih dari 98.000 kilo kalori setiap hari dan memiliki volume pertu hampir 10.000 liter.

Berdasarkan hal itu, peneliti menyebut bahwa megalodon dapat melakukan perjalanan jarak jauh dan mampu memakan mangsa utuh hingga 8 meter.

Ukuran tersebut setara dengan ukuran paus pembunuh modern, predator laut teratas saat ini.

Kemampuan untuk memakan predator puncak besar dengan ukuran sebanding jutaan tahun lalu pun, menempatkan megalodon pada tingkat trofik yang lebih tinggi daripada predator puncak modern.

Rekonstruksi berdasarkan tulang belakang

Kesimpulan tersebut dapat diambil peneliti berdasarkan dari pemodelan 3D salah satu megalodon yang ditemukan pada tahun 1860-an.

Namun sebagian besar tulang belakang (kolom vertebral), masih terawetkan dan tertinggal setelah mahluk itu mati di lautan Miosen Belgia pada usia 46 sekitar 18 juta tahun yang lalu.

"Gigi hiu adalah fosil umum, karena komposisinya yang keras dan memungkinkan mereka untuk tetap terawetkan dengan baik. Sementara itu, kerangka hiu terbuat dari tulang rawan, jadi jarang memfosil," papar Jack Cooper, penulis pertama studi.

Dalam studi ini, tim peneliti internasional menggunakan pemodelan 3D. Untuk membuatnya, mereka pertama-tama mengukur dan memindai setiap vertebrata, sebelum merekonstruksi kolom.

Setelah itu, tim menempelkan kolom pada hasil pemindaian gigi megalodon 3D dan menyelesaikan pemodelan dengan menambahkan 'daging' di sekitar kerangka, menggunakan pemindaian 3D dari tubuh hiu putih besar dari Afrika Selatan.

"Berat adalah salah satu ciri paling penting dari hewan mana pun. Untuk hewan yang punah, kami dapat memperkirakan massa tubuh dengan metode pemodelan digital 3D modern dan kemudian membangun hubungan antara massa dan sifat biologis lainnya seperti kecepatan dan penggunaan energi," kata John Hutchinson, penulis lain dalam studi ini.

Baca juga: Benarkah Nenek Moyang Hiu Putih adalah Megalodon?

Halaman:
Sumber PHYSORG
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.