Kompas.com - 14/01/2022, 19:03 WIB
Memakai masker adalah salah satu protokol kesehatan yang tak boleh diabaikan di tengah lonjakan kasus Covid-19. Masker kain maupun masker bedah bisa membantu mengurangi jumlah virus SARS-CoV-2 yang terhirup dari udara, saat berada di sekitar orang yangh terinfeksi Covid-19. SHUTTERSTOCK/eakkachai halangMemakai masker adalah salah satu protokol kesehatan yang tak boleh diabaikan di tengah lonjakan kasus Covid-19. Masker kain maupun masker bedah bisa membantu mengurangi jumlah virus SARS-CoV-2 yang terhirup dari udara, saat berada di sekitar orang yangh terinfeksi Covid-19.

KOMPAS.com - Pandemi yang berjalan lebih dari dua tahun, telah memunculkan kebiasaan hidup baru, salah satunya menggunakan masker.

Tak hanya digunakan oleh orang yang terkonfirmasi corona, seluruh orang di dunia telah disarankan untuk memakai masker karena terbukti mampu mengurangi risiko tertular virus.

Salah satu hal positif lainnya, yaitu orang yang menggunakan masker terlihat lebih menarik. Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah penelitian di Inggris.

Para peneliti di Universitas Cardiff menemukan, bahwa pria maupun wanita dinilai terlihat lebih menarik dengan penutup wajah atau memakai masker.

Studi ini mengungkapkan wajah seseorang yang ditutupi dengan masker bedah sekali pakai, cenderung dianggap paling menarik.

Baca juga: Varian Omicron Sudah Masuk ke Indonesia, Ini Jenis Masker yang Disarankan Ahli

Melansir The Guardian, seorang pembaca dan ahli wajah dari Fakultas Psikologi Universitas Cardiff Dr Michael Lewis menyampaikan, penelitian yang dilakukan sebelum pandemi menemukan bahwa masker wajah medis mengurangi daya tarik karena dikaitkan dengan penyakit.

Para peneliti pun menguji pemikiran orang-orang terkait masker setelah penutup wajah digunakan hampir di seluruh tempat, termasuk memahami jenis masker yang mempunyai efek tersendiri.

“Studi kami menunjukkan, wajah dianggap paling menarik ketika ditutupi oleh masker medis. Ini mungkin karena kita terbiasa dengan petugas kesehatan, dan sekarang kita mengasosiasikannya dengan orang-orang dalam profesi perawatan atau medis,” ujar Lewis.

Saat seseorang merasa rentan, lanjut dia, kemungkinan pemakaian masker medis membuatnya merasa akan lebih terlindungi.

Baca juga: 6 Alasan Harus Tetap Memakai Masker meski Telah Divaksin Lengkap

Penelitian pertama dilakukan pada Februari 2021. Saat itu, penduduk Inggris telah terbiasa memakai masker dalam beberapa keadaan.

Sebanyak 43 wanita diminta untuk menilai pada skala 1-10 terkait daya tarik gambar wajah pria tanpa masker, memakai masker kain polos, masker wajah medis biru, dan memegang buku hitam polos yang menutupi area masker wajah.

Para peserta menilai yang memakai masker kain secara signifikan lebih menarik daripada mereka yang tidak memakai masker atau yang wajahnya sebagian tertutup oleh buku.

Akan tetapi, masker bedah yang hanya merupakan jenis biasa dan sekali pakai, membuat pemakainya terlihat lebih baik.

“Hasilnya bertentangan dengan penelitian pra-pandemi yang diperkirakan masker (medis) membuat orang berpikir tentang penyakit dan harus dihindari,” papar Lewis.

Menurut dia, pandemi telah mengubah psikologi masyarakat terhadap pandangan memakai masker.

“Ketika kita melihat seseorang memakai masker, kita tidak lagi berpikir orang itu memiliki penyakit, saya harus menjauh,” tegas dia.

Baca juga: Tak Terbantahkan, Masker Bedah Efektif Mengurangi Penyebaran Covid-19

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.