Kompas.com - 29/11/2021, 17:02 WIB
Orang-orang mengenakan masker saat berjalan di Regent Street, London, Minggu (28/11/2021). Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pengetatan prokes dan pembatasan, setelah ditemukan tiga kasus Covid-19 varian Omicron di negara itu. Warga wajib memakai masker lagi di toko-toko dan transportasi umum. AP PHOTO/ALBERTO PEZZALIOrang-orang mengenakan masker saat berjalan di Regent Street, London, Minggu (28/11/2021). Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pengetatan prokes dan pembatasan, setelah ditemukan tiga kasus Covid-19 varian Omicron di negara itu. Warga wajib memakai masker lagi di toko-toko dan transportasi umum.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian Omicron (B.1.1.592) ke dalam kategori variant of concern pada Jumat (26/11/2021).

Namun hingga Senin (29/11/2021) siang, varian ini telah menyebar ke banyak negara dan benua termasuk Belanda, Denmark, hingga Australia.

Hingga saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, belum jelas apakah Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan lebih menular dibanding varian lain atau apakah varian ini menyebabkan penyakit lebih parah.

"Data awal menunjukkan bahwa ada peningkatan rawat inap di Afrika Selatan. Tapi ini mungkin karena meningkatnya orang yang terinfeksi, bukan karena infeksi spesifik seperti Omicron," kata WHO di laman resminya.

Baca juga: Update WHO tentang Varian Omicron, Penularan hingga Efektivitas Vaksin

WHO pun mengatakan, perlu waktu berminggu-minggu untuk lebih memahami perilaku Omicron.

Dikutip dari Reuters, Senin (29/11/2021), munculnya Omicron telah menyalakan alarm global untuk waspada.

Banyak negara telah memberlakukan pembatasan perjalanan dari dan ke luar negeri.

WHO pun saat ini tengah bekerja sama dengan banyak ilmuwan untuk memahami dampak Omicron terhadap upaya pencegahan termasuk vaksinasi.

Seorang dokter Afrika Selatan yang merupakan salah satu orang pertama yang mencurigai jenis virus corona baru mengatakan pada Minggu (28/11/2021), gejala Omicron sejauh ini ringan dan dapat dirawat di rumah.

Lantas, negara mana saja yang sudah melaporkan varian Omicron? Berikut laporannya hingga Senin (29/11/2021) siang.

Daftar negara yang melaporkan Omicron

Omicron, yang pekan lalu dimasukkan WHO ke kategori variant of concern karena berpotensi lebih menular daripada varian sebelumnya, kini telah terdeteksi di Australia, Belgia, Botswana, Inggris, Denmark, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, Belanda, Perancis, dan Kanada.

1. Australia

Dikutip dari Antara News, Minggu (28/11/2021), Australia melaporkan dua penumpang pesawat yang tiba dari wilayah Afrika Selatan terbukti positif terinfeksi varian Omicron.

2. Belgia

Kasus pertama varian Omicron di benua Eropa terdeteksi di Belgia.

Pihak berwenang berkata, kasus Omicron di Belgia dialami seorang perempuan dewasa yang belum vaksin. Pasien tersebut baru tiba dari Mesir melalui Turki.

3. Botswana

Pada Minggu (28/11/2021), Menteri Kesehatan Botswana Edwin Dikoloti mengonfirmasi 15 kasus tambahan positif Covid-19 dari varian Omicron. Sebelumnya pada Jumat ada empat kasus Omicron.

Dia menekankan, kasus Covid-19 varian Omicron bukan berasal dari Botswana karena empat kasus pertama dialami WNA yang melakukan perjalanan diplomatik ke Botswana.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.