Kompas.com - 01/11/2021, 16:37 WIB

KOMPAS.com - Setidaknya ada tiga alasan penting kenapa anak harus mendapat vaksinasi Covid-19, selain ini juga menjadi program Internasional dan WHO. 

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui penggunaan vaksin Sinovac, baik itu CoronaVac dan vaksin Covid-19 Bio Farma, untuk digunakan pada anak usia 6-11 tahun.

Dari uji klinis yang telah dilakukan, vaksin Sinovac terbukti manjur dan aman bagi anak berusia 6-11 tahun.

Baca juga: Dinilai Manjur, BPOM Terbitkan Izin Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6-11 Tahun

Dalam pengumuman vaksin Sinovac dapat diberikan untuk anak usia 6-11 tahun itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) mengajak orangtua untuk tidak ragu-ragu membawa anak-anaknya melakukan vaksinasi Covid-19.

"Karena, anak-anak itu tidak hanya bisa tertular Covid-19 tapi juga bisa menularkan. Banyak anak-anak yang menjadi OTG atau orang tanpa gejala sehingga dia tidak ketahuan mengidap Covid-19 kemudian menularkan virus (corona) ke mana-mana," kata Piprim.

"Jika anak menularkan virus (corona) ke eyangnya, orangtuanya, atau saudara lainnya yang punya komorbid (penyakit bawaan), tentu ini bisa sangat fatal akibatnya," sambungnya.

Kenapa anak harus vaksin Covid-19?

Selain anak bisa tertular dan menularkan Covid-19, mantan Ketua IDAI periode sebelumnya Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A menyampaikan ada tiga alasan penting yang membuat anak harus divaksin Covid-19.

1. Pelajaran tatap muka harus dibuka

Kegiatan belajar mengajar sudah mulai dilakukan saat ini dan akan terus dibuka. Namun menurut data yang dimiliki aman, sekitar 50 persen orangtua masih menolak anaknya untuk mengikuti sekolah tatap muka dengan berbagai kekhawatiran masing-masing.

Menurutnya, jika program vaksinasi untuk anak bisa segera dilakukan, indeks harapan hidup yang dua tahun ke belakang menurun akan segera meningkat.

2. 66 persen keluarga Indonesia berinteraksi dengan anak

Selain itu, 66 persen keluarga di Indonesia berinteraksi erat dengan anak dan lansia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Penyakit Hepatitis yang Ada di Indonesia: Hepatitis A, B, C, D dan E

Mengenal Penyakit Hepatitis yang Ada di Indonesia: Hepatitis A, B, C, D dan E

Oh Begitu
Temuan Guci di Bawah Laut Ungkap Praktik Pembuatan Anggur Zaman Romawi

Temuan Guci di Bawah Laut Ungkap Praktik Pembuatan Anggur Zaman Romawi

Oh Begitu
Piramida Biomassa, Piramida Brdasarkan Ukuran Tubuh Organisme

Piramida Biomassa, Piramida Brdasarkan Ukuran Tubuh Organisme

Prof Cilik
Bob Tutupoly Meninggal Dunia, Simak Gejala, Penyebab hingga Pencegahan Stroke

Bob Tutupoly Meninggal Dunia, Simak Gejala, Penyebab hingga Pencegahan Stroke

Oh Begitu
Jadi Syarat Perjalanan, Kenali 6 Vaksin Booster dan Efek Sampingnya

Jadi Syarat Perjalanan, Kenali 6 Vaksin Booster dan Efek Sampingnya

Oh Begitu
Letusan Gunung Tonga Catat Rekor Gelombang Atmosfer Tercepat

Letusan Gunung Tonga Catat Rekor Gelombang Atmosfer Tercepat

Fenomena
Spesies Baru Bunga Teratai Air Raksasa Ini Terbesar di Dunia

Spesies Baru Bunga Teratai Air Raksasa Ini Terbesar di Dunia

Fenomena
Fakta Vaksin Cansino, dari Soal Sel Ginjal Embrio Manusia hingga KIPI

Fakta Vaksin Cansino, dari Soal Sel Ginjal Embrio Manusia hingga KIPI

Oh Begitu
8 Obat Luka Biar Cepat Sembuh yang Mudah Ditemukan di Apotek

8 Obat Luka Biar Cepat Sembuh yang Mudah Ditemukan di Apotek

Kita
Mengenal Hernia atau Turun Berok yang Diderita Ayah Ayu Ting Ting

Mengenal Hernia atau Turun Berok yang Diderita Ayah Ayu Ting Ting

Oh Begitu
Banjir di Kalimantan Selatan, Begini Analisis BMKG

Banjir di Kalimantan Selatan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
7 Manfaat Beras Merah bagi Kesehatan, Cocok untuk Diet dan Penderita Diabetes

7 Manfaat Beras Merah bagi Kesehatan, Cocok untuk Diet dan Penderita Diabetes

Oh Begitu
Perubahan Iklim Tingkatkan Kemungkinan Kebakaran Hutan Secara Global

Perubahan Iklim Tingkatkan Kemungkinan Kebakaran Hutan Secara Global

Oh Begitu
Sejarah dan Asal-usul Nama Samarinda, Berawal dari Sama dan Rendah

Sejarah dan Asal-usul Nama Samarinda, Berawal dari Sama dan Rendah

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Vaksin Cansino Mengandung Ginjal Embrio Bayi | Kepadatan Tulang Astronot Menurun | Parade 5 Planet Juni

[POPULER SAINS] Vaksin Cansino Mengandung Ginjal Embrio Bayi | Kepadatan Tulang Astronot Menurun | Parade 5 Planet Juni

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.