Kompas.com - 25/07/2021, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Setelah pandemi Covid-19 melambung tinggi kasusnya pada Mei lalu, kini wabah jamur hitam mukormikosis dikabarkan menelan ribuan korban jiwa di India.

Diwartakan BBC, Kamis (22/7/2021), lebih dari 4.300 orang meninggal akibat infeksi jamur hitam atau mukormikosis, yang dianggap berbahaya dan mematikan di India itu.

Pemerintah setempat melaporkan melalui Menteri Kesehatan Mansukh Mandaviya, sedikitnya ada 45.374 kasus infeksi langka dan berbahaya ini. 

Baca juga: Pasien Covid-19 di Afghanistan Ditemukan Alami Mukormikosis, Infeksi Jamur Hitam

Berikut ini tujuh fakta tentang mukormikosis atau infeksi jamur hitam:

1. Penyebab infeksi jamur hitam

Mukormikosis adalah infeksi jamur sistemik yang disebabkan oleh golongan Mucormycetes seperti Rhizopus spp, Mucor spp, Rhizomucor spp, Cunninghamella bertholletiae, Apophysomyces spp dan Lichteimia.

Ketua Pokja Bidang Mikosis Paru Pusat Mikosis Paru FKUI/RS Persahabatan, Dr dr Anna Rozaliyani MBiomed, SpP(K) menjelaskan, meski dikenal dengan infeksi jamur hitam, tetapi istilah ini sebenarnya kurang tepat.

"Istilah black fungus tidak tepat, karena Mucormycetes bukanlah kelompok jamur hitam (Dematiaceae), walaupun jamur ini menyebabkan kelainan jaringan berwarna kehitaman (black eschar)," jelasnya.

Namun, diakui Anna, meskipun penyebabnya bukanlah kelompok jamur hitam sesungguhnya, istilah yang dikenal masyarakat sebagai infeksi jamur hitam ini mungkin berasal dari warna cairan sinus yang dikeluarkan oleh pasien terinfeksi.

"Istilah ini tampaknya berasal dari warna cairan yang keluar dari rongga sinus pasien mukormikosis," kata Anna dalam Konferensi Pers bertajuk Black Fungi pada Pasien Covid-19: Apa yang Perlu Kita Waspadai? pada Kamis (3/6/2021). 

2. Sudah ada di Indonesia sebelum pandemi Covid-19

Namun, infeksi yang berbahaya dan mematikan ini rupanya tidak hanya ada di India.

Para ahli di dalam negeri meyakini, bahwa infeksi jamur hitam mukormikosis ini sudah ada di Indonesia sebelum pandemi Covid-19 melanda tanah air.

Seperti pemberitaan Kompas.com sebelumnya, Anna mengatakan, kasus mukormikosis ini sudah ada di Indonesia sebelum pandemi Covid-19 melanda negeri.

"Beberapa kasus mukormikosis di Indonesia telah dilaporkan sebelum pandemi Covid-19. Meskipun jumlahnya tidak banyak, angka kematian dan kesakitannya tinggi," ujarnya.

Anna menambahkan, selama pandemi Covid-19 di Indonesia pun sudah ada beberapa kasus yang diduga mukormikosis. Akan tetapi, pembuktian diagnosisnya terkendala karena keterbatasan fasilitas pemeriksaan.

Baca juga: Infeksi Mukormikosis Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi Covid-19

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.