Kompas.com - 02/07/2021, 10:04 WIB
Ilustrasi tes PCR dan CT value ShutterstockIlustrasi tes PCR dan CT value

KOMPAS.com - Hasil pemeriksaan tes PCR biasanya mencantumkan dua hal, yaitu positif atau negatif covid dan CT value. CT value sering disebut sebagai indikator jika seseorang masih bisa menularkan virus SARS-CoV-2 atau tidak. Apa itu CT value? Berikut penjelasan lengkapnya.

Tes PCR

Untuk memahami apa itu CT value, kita harus memahami terlebih dahulu mengenai tes PCR. Nama lengkap tes ini adalah real time reverse transcriptase polymerase chain reaction atau disingkat menjadi real time RT-PCR.

Tes ini digunakan sebagai metode untuk mendeteksi gen virus SARS-CoV-2 dan mengonfirmasi kasus Covid-19. Tes ini menggunakan sampel yang diambil dari nasofaring dan orofaring pasien.

Baca juga: Curiga Terpapar Covid-19, Swab Antigen atau Tes PCR Dulu untuk Memastikan?

CT value

CT value adalah singkatan dari cycle treshold value. Ini merupakan jumlah siklus yang diperlukan pada pemeriksaan sampel sampai virus terdeteksi pada sampel.

Nilai CT ini berbanding terbalik dengan hasilnya. Jika nilai CT rendah, berarti jumlah virus semakin banyak karena dapat ditemukan dalam beberapa siklus saja. Sebaliknya, jika nilai CT tinggi, berarti jumlah virus semakin sedikit.

CT value bernilai kurang dari 29 menunjukkan bahwa viral load sedang tinggi sekali. Studi menunjukkan orang dengan CT rendah biasanya berada di fase awal infeksi Covid-19. Pada fase ini, orang yang terinfeksi memiliki kemungkinan besar untuk menularkan kepada orang lain.

Jika nilainya berada di atas 30, maka ini menunjukkan terdapat virus pada sampel pasien, namun dalam jumlah yang sedikit. Kondisi ini akan mengurangi risiko orang tersebut menularkan virus kepada orang lain.

Jika setelah 37 sampai 40 siklus tidak terdeteksi adanya RNA virus, maka orang tersebut bisa dinyatakan negatif Covid-19.

Perdebatan CT value

Menurut sebuah studi yang di publikasikan di Journal of Infection, sampel yang didapatkan dari nasofaring tidak akurat. Proses untuk mendapatkan nilai siklus ini sebenarnya sederhana untuk mendeteksi adanya virus SARS-CoV-2.

Namun, kesalahan dalam teknik mengumpulkan sampel bisa menyebabkan hasil menunjukkan kondisi yang tidak sebenarnya. Selain itu ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi hasil CT.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.