Kisah Voyager 1, Wahana Antariksa Tertua yang Masih Kirim Data Jelang Kematiannya

Kompas.com - 30/04/2021, 09:03 WIB

KOMPAS.com - Mata dunia saat ini mungkin sedang tertuju di Mars dengan keberhasilan terbang pertama helikopter Ingenuity serta penjelajah Perseverance yang membuat oksigen.

Namun, jauh sebelum itu, manusia telah meluncurkan Voyager 1. Wahana antariksa tersebut kini menjadi salah satu wahana antariksa tertua sekaligus obyek buatan manusia yang paling jauh dari Bumi.

Mengutip Popular Science, Kamis (29/4/2021), Voyager 1 diluncurkan kali pertama pada 1977. Semenjak itu, wahana Voyager 1 juga belum pernah mendekati Bumi, tetapi justu makin menjauh dari matahari.

Baca juga: Perlombaan Peluncuran Stasiun Luar Angkasa Dimulai, Usai Rusia Kini China

Meski begitu, seperti dilaporkan para ilmuwan baru-baru ini di The Astrophysical Journal, Voyager 1 terus mengirimkan informasi ke Bumi hingga kini di kala wahana tersebut telah memasuki dekade keempat dari misinya.

Selama beberapa dekade, Voyager 1 telah berlayar dengan kecepatan sekitar 17 kilometer setiap detik. Setiap tahun, wahana menempuh jarak 3,5 AU (jarak antara Bumi dan matahari).

Salah satu misi Voyager 1 ketika meninggalkan Bumi adalah mencari ujung tata surya. Wahana pun bertugas menemukan daerah perbatasan yang disebut heliopausa, perbatasan di mana angin matahari terlalu lemah untuk menahan medium antarbintang.

Menurut Bill Kurth, astrofisikawan di University of Iowa yang telah bekerja dengan Voyager 1 sejak sebelum diluncurkan, awalnya tak ada yang yakin di mana heliopause itu. Beberapa ilmuwan bahkan mengira heliopause sedekat 10 atau bahkan 5 AU.

Namun, pada kenyataannya jarak heliopause sekitar 120 AU. Hal tersebut terungkap setelah Voyager 1 melintasi heliopause pada Agustus 2012, tiga setengah dekade setelah meninggalkan Bumi.

Baca juga: Voyager 2 Tinggalkan Tata Surya, Siap Menjelajah Ruang Antarbintang

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Fenomena
Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Kita
Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Oh Begitu
Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

Oh Begitu
Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Fenomena
Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Oh Begitu
Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Oh Begitu
Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Fenomena
Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Oh Begitu
Pertama Kalinya, Infeksi Cacar Monyet Ditemukan pada Anjing di Perancis

Pertama Kalinya, Infeksi Cacar Monyet Ditemukan pada Anjing di Perancis

Fenomena
Bunga Bangkai Tumbuh di Bekasi, Ahli Sebut Jenis Suweg

Bunga Bangkai Tumbuh di Bekasi, Ahli Sebut Jenis Suweg

Oh Begitu
Tampilan Fisik Burung Ruff Jantan Mirip Betina, Bagaimana Cara Mereka Kawin?

Tampilan Fisik Burung Ruff Jantan Mirip Betina, Bagaimana Cara Mereka Kawin?

Oh Begitu
BKKBN: Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Jadi Ancaman SDM di Indonesia

BKKBN: Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Jadi Ancaman SDM di Indonesia

Kita
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.