Kompas.com - 27/02/2021, 13:00 WIB
Tangkapan Layar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Situs Maros Pangkep. Situs prasejarah ini bisa dijelajahi dalam tur virtual situs arkeologi di Indonesia. dok. KemendikbudTangkapan Layar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Situs Maros Pangkep. Situs prasejarah ini bisa dijelajahi dalam tur virtual situs arkeologi di Indonesia.


KOMPAS.com- Pengetahuan dan informasi mengenai kawasan atau situs arkeologi di nusantara tak ada habisnya, salah satu di antaranya adalah kawasan situs prasejarah Maros Pangkep di Sulawesi Selatan.

Kawasan Maros-Pangkep terletak di Kabupaten Maros di Provinsi Sulawesi Selatan. 

Ada lima situs di dalam virtual kawasan Maros-Pangkep ini yaitu Leang Bulu Sipong 4, Leang Jing, Leang Lompoa, Leang Sumpang Bita, dan Leang Timpuseng.

Arkeolog Balai Arkeologi Makssar, Budianto Hakim menjelaskan bahwa secara administrasi Maros dan Pangkep adalah 2 kabupaten yang bertetangga di Provinsi Sumatera Selatan.

"Tapi dari sisi budaya, keduanya merupakan satu kesatuan dalam kehidupan masa prasejarah," kata Budianto kepada Kompas.com, Selasa (23/2/2021).

Kesatuan dalam kehidupan prasejarah ini disebabkan adanya gugusan pegunungan kapur yang membentang sepanjang Utara Selatan pada kedua wilayah ini.

Baca juga: 3 Situs Arkeologi Bisa Dijelajah Secara Virtual, Dari Maros Pangkep hingga Gua Harimau

 

Sehingga, ternyata dalam kehidupan lampau di kawasan ini terdapat banyak gua yang kemudian menjadi rumah bagi manusia prasejarah.

Keunikan Kawasan Maros Pangkep

Diakui Budianto, kawasan situs arkeologi yang satu ini memang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang menarik untuk diketahui masyarakat.

"Kawasan ini memiliki lukisan prasejarah tertua di dunia dan memiliki bentangan karst yang terpanjang dan terindah kedua di dunia setelah Cina," ungkapnya.

1. Leang Bulu Sipong 4

Situs Leang Bulu Sipong 4 secara administratif berada di Dusun Pakalu, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasa Te'ne, Kabupaten Pangkep (Pakaje'ne Kepulauan), Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca juga: Arkeolog Temukan Fosil Rusa Prasejarah di Argentina

 

Salah satu peneliti Maros Pangkep, Adhi Agus Oktaviana mengatakan benar apa yang disampaikan oleh Budianto tentang lukisan cadas tertua di dunia yang adadi kawasan situs arkeologi bersejarah Maros Pangkep.

Gambar atau lukisan cadas di Leang Bulu Sipong 4 yang berhasil ditemukan adalah gambar tangan, babi, anoa, dan theriantropik.

"Uniknya theriantropik ini adalah gambar manusia dengan ekor dan memiliki paruh," jelas Adhi dalam peluncuran Tur Virtual Situs Arkeologi dan Animasi Achi, Jumat (19/2/2021).

Dijelaskan bahwa figur Theriantropik ini menggambarkan pemburu manusia yang memakai kulit, topeng atau bagian tubuh hewan lainnya sebagai kamuflase.

Menariknya lagi adalah, lukisan cadas tentang perburuan di Leang Bulu Sipong 4, salah satu situs prasejarah di kawasan Maros Pangkep, ini sudah berusia sekitar 44.000 tahun, dan dinobatkan sebagai lukisan cadar tertua di dunia.

Baca juga: Bertambah Lagi, Ahli Temukan 14 Peti Mati Mesir Kuno di Situs Saqqara

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X