Kompas.com - 01/02/2021, 19:26 WIB
Laut Arktik di Kutub Utara Shutterstock/KertuLaut Arktik di Kutub Utara


KOMPAS.com- Para ilmuwan dari Institute for Atmospheric and Earth System Research di University of Helsinki telah menyelidiki terbentuknya partikel atmosfer di Kutub Utara.

Selama ini, proses molekuler pembentukan partikel di Benua Arktik menjadi misteri.

Dikutip dari Phys, Senin (1/2/2021), selama ekspedisi yang dilakukan di Kutub Utara, para ilmuwan mengumpulkan seluruh pengukuran selama 12 bulan.

Hasil dari proyek penelitian ekstensif baru-baru ini telah dipublikasikan di Geophysical Research Letter.

Dalam studi tersebut, peneliti mengungkapkan perbedaan yang sangat jelas dari uap atmosfer, partikel dan pembentukan awan dalam berbagai lingkungan Arktik.

Baca juga: Ilmuwan Peringatkan Dampak Cuaca dari Pemanasan Stratosfer Kutub Utara

 

Studi ini menjelaskan bagaimana pemanasan global di Kutub Utara dan hilangnya es laut Arktik memperkuat proses penguapan ke atmosfer.

Penipisan es laut Arktik, memungkinkan lebih banyak emisi yodium sementara di perairan terbuka yang lebih luas, sehingga memungkinkan lebih banyak emisi uap yang mengandung sulfur.

Akibatnya, konsentirasi uap yang lebih tinggi menghasilkan jumlah partikel yang lebih banyak. Di sisi lain, hal ini akan menyebabkan lebih banyak awan yang dapat memperlambat atau mempercepat pemanasan Kutub Utara.

Baca juga: Es Laut Arktik Terus Mencair, Sungai yang Memanas Disebut Penyebabnya

 

Dengan studi ini, maka pengetahuan rinci terkait proses ini sangatlah penting dalam memahami konsekuensi dari pemanasan global.

"Pengamatan kami berkontribusi untuk pemahaman lebih lanjut tentang apa yang terjadi di atmosfer Arktik akibat pemanasan global," kata Lisa Beck, mahasiswa doktoral di Institute for Atmospheric and Earth System Research (INAR).

Beck menambahkan bahwa secara umum, partikel atmosfer dan awan memainkan peran penting dalam mengatur suhu atmosfer, dan setiap perubahan perilaku ini memiliki konsekuensi pada pemanasan Arktik.

"Daerah Arktik (Kutub Utara) sangat sensitif terhadap perubahan dalam kekeruhan dan albedo," imbuhnya.

Baca juga: Pemanasan Global Ancam Lapisan Tanah Beku Kutub Utara, Ini Penyebabnya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.