Kompas.com - 20/01/2021, 17:05 WIB
Ilustrasi anak ShutterstockIlustrasi anak

KOMPAS.com - Orangtua kerap khawatir ketika anak mimisan. Karena keluarnya darah dari hidung si kecil memang terlihat menakutkan.

Namun, mimisan sering dialami oleh anak-anak.

Dijelaskan dr. Caessar Pronocitro, Sp.A, M.Sc, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah, berdasarkan lokasi perdarahannya, mimisan yang kerap terjadi pada anak usia 3 hingga 10 tahun, dibagi menjadi perdarahan depan dan belakang hidung.

“Lebih dari 90 persen kasus mimisan terjadi akibat perdarahan di bagian depan hidung. Pada umumnya perdarahan ini terjadi secara spontan, dapat berhenti dengan penekanan dalam waktu singkat, dan tidak berbahaya,” kata dr. Caessar.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Cara Mengatasi Batuk dan Pilek pada Bayi

Sedangkan perdarahan yang berasal dari bagian hidung belakang, jarang terjadi pada anak dan pada umumnya terjadi akibat adanya kelainan pembekuan darah, tumor, atau inflamasi.

Sifat perdarahan ini lebih berat karena sulit berhenti, meningkatkan risiko tertelannya darah, serta terjadinya sumbatan jalan napas. Perdarahan inilah yang perlu diwaspadai.

Dr. Caessar menyarankan untuk segera berkonsultasi pada dokter spesialis anak, jika terjadi kondisi berikut ini:

- Mimisan terjadi ketika si kecil berumur di bawah 2 tahun

- Mimisan tidak berhenti dengan penekanan lebih dari 20 menit

- Mimisan hebat sehingga menyebabkan si kecil pingsan,

- Mimisan terjadi berulang,

- Mimisan yang mengakibatkan si kecil sesak karena terjadi sumbatan jalan napas,

- Mimisan yang terjadi setelah adanya trauma pada kepala dan wajah dan disertai tanda perdarahan lain seperti lebam, perdarahan gusi, atau saluran cerna,

- Mimisan yang disertai dengan tanda-tanda perdarahan lain, misalnya gusi berdarah, BAB berdarah, perdarahan luka yang sulit berhenti, atau lebam-lebam pada kulit.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Jatuh dari Tempat Tidur, Kapan Harus ke Dokter?

Mengobati mimisan pada anak

Melansir Johns Hopkins Medicine, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua di rumah untuk mengobati mimisan pada anak:

1. Tenangkan dan hibur anak.

2. Mintalah anak Anda duduk dan sedikit condong ke depan. Jangan biarkan anak Anda berbaring. Ini untuk mencegahnya menelan darah. Menelan darah bisa membuat anak Anda muntah.

Jangan biarkan anak Anda meletakkan kepalanya di antara lutut. Ini juga bisa memperburuk pendarahan.

3. Beri tahu anak untuk bernapas dari mulutnya. Tutup lubang hidung dengan lembut selama 5 hingga 10 menit. Jangan berhenti mencubit untuk memeriksa apakah pendarahan telah berhenti.

4. Oleskan kompres dingin ke batang hidung. Jangan menaruh tisu atau kain kasa di hidung anak Anda.

5. Jika perdarahan tidak berhenti, jangan panik, ulangi langkah di atas.

6. Setelah pendarahan berhenti, beri tahu anak Anda untuk tidak menggosok, mengorek, atau membuang ingus dengan kencang selama 2 hingga 3 hari. Ini akan membuat pembuluh darah yang rusak sembuh.

7. Jika hidung anak Anda tidak berhenti mengeluarkan darah, bawa anak ke rumah sakit.

Dalam beberapa kasus, penyedia layanan kesehatan mungkin memberikan kauterisasi untuk menutup pembuluh darah. Ini adalah prosedur yang cepat.

Bicarakan dengan dokter tentang risiko, manfaat, dan kemungkinan efek samping dari semua perawatan.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak Selama Pendemi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X