Kompas.com - 20/01/2021, 13:05 WIB
Ilustrasi sakit kepala g-stockstudioIlustrasi sakit kepala

KOMPAS.com - Ketika terserang flu, selain tubuh terasa nyeri, seringkali juga disertai sakit kepala.

Kemungkinan sakit kepala disebabkan oleh demam atau bahkan dehidrasi, tapi umumnya akan membaik dengan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, bersama dengan asupan cairan untuk menceah dehidrasi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyebut sakit kepala adalah gejala yang umum. Seberapa umum? Dalam sebuah penelitian terhadap 56 penderita flu yang dikonfirmasi, 91 persen dari mereka mengalami sakit kepala.

Baca juga: Kenali Berbagai Penyebab Sakit Kepala dari Rasa Sakitnya

Sakit Kepala karena Dehidrasi

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Nutrition Reviews pada Agustus 2010, dehidrasi mengacu pada tingkat cairan tubuh yang sangat rendah. Kondisi ini sering memicu sakit kepala.

Jika dehidrasi ringan, makan makanan dengan kandungan tinggi air, banyak minum air atau konsumsi minuman olahraga dengan elektrolit tambahan, seperti kalium atau natrium, dapat membantu mengatasi hidrasi.

Misalnya, mengonsumsi anggur dan jeruk yang setidaknya mengandung 80 persen air. Namun ketika dehidrasi tak bisa teratasi dan menjadi parah, sangat penting untuk segera pergi ke rumah sakit, sehingga cairan intravena dapat diberikan langsung ke aliran darah.

Sakit Kepala dan Obat yang Dijual Bebas

Flu sering menyebabkan demam, sakit kepala, dan gejala lain yang tiba-tiba seperti nyeri tubuh.

Ketika sakit kepala disebabkan oleh demam, obat yang dijual bebas, seperti acetaminophen atau ibuprofen dapat membantu menurunkan suhu dan mengurangi sakit kepala.

Beberapa dokter merekomendasikan penggunaan acetaminophen dan ibuprofen secara bergantian untuk menurunkan demam.

Penelitian pada anak-anak juga menyarankan penggunaan kedua obat ini untuk menurunkan demam lebih cepat daripada hanya menggunakan satu saja.

Namun, hanya jika demam sudah membuat anak-anak merasa sangat tidak nyaman, hingga menyebabkan anak rewel, lesu, dan tidak aktif seperti biasa.

Selain itu, selaput hidung yang membengkak dan produksi lendir yang berlebihan biasanya menyertai flu, yang menyebabkan hidung tersumbat, dan berpotensi menimbulkan tekanan sinus dan sakit kepala.

Untuk sakit kepala jenis ini, dokter kemungkinan akan merekomendasikan dekongestan yang dijual bebas.

Baca juga: 6 Cara Efektif Mencegah Flu di Tengah Pandemi Covid-19

Halaman:


Sumber LiveStrong
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fosil Dinosaurus di Argentina Berasal dari Keluarga Titanosaurus Tertua

Fosil Dinosaurus di Argentina Berasal dari Keluarga Titanosaurus Tertua

Fenomena
Vaksin Anhui China Berbasis Rekombinan Segera Digunakan di Uzbekistan

Vaksin Anhui China Berbasis Rekombinan Segera Digunakan di Uzbekistan

Oh Begitu
10 Pertanyaan Awam soal Vaksin Covid-19 dan Penyakit yang Dimiliki, Ini Jawaban IDI

10 Pertanyaan Awam soal Vaksin Covid-19 dan Penyakit yang Dimiliki, Ini Jawaban IDI

Kita
Sejarah Kehidupan Komodo, Ahli Sebut Asalnya Justru dari Australia

Sejarah Kehidupan Komodo, Ahli Sebut Asalnya Justru dari Australia

Fenomena
Varian Virus Corona Brasil Disebut Ilmuwan Lebih Mudah Menular

Varian Virus Corona Brasil Disebut Ilmuwan Lebih Mudah Menular

Fenomena
Setahun Pandemi Covid-19, Layanan Telemedis Masih Dibutuhkan Masyarakat Indonesia

Setahun Pandemi Covid-19, Layanan Telemedis Masih Dibutuhkan Masyarakat Indonesia

Oh Begitu
Lukisan Perjamuan Terakhir Abad 16 Diyakini Potret Keluarga, Kok Bisa?

Lukisan Perjamuan Terakhir Abad 16 Diyakini Potret Keluarga, Kok Bisa?

Oh Begitu
Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Gejala Mirip Varian Asli

Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Gejala Mirip Varian Asli

Oh Begitu
CDC: 7 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dan Mempertahankannya

CDC: 7 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dan Mempertahankannya

Oh Begitu
Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Beda dari yang Asli

Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Beda dari yang Asli

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Kasus Covid-19 Global Naik | Mobil Listrik Lebih Baik?

[POPULER SAINS] Kasus Covid-19 Global Naik | Mobil Listrik Lebih Baik?

Fenomena
Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Ditemukan di Indonesia, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Ditemukan di Indonesia, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

Oh Begitu
Setahun Covid-19 Indonesia Ini Inovasi Karya Anak Bangsa Lawan Pandemi Corona

Setahun Covid-19 Indonesia Ini Inovasi Karya Anak Bangsa Lawan Pandemi Corona

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Cegukan, Tahan Napas hingga Kompres Dingin

Penyebab dan Cara Mengatasi Cegukan, Tahan Napas hingga Kompres Dingin

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Badai Luar Angkasa Hujani Bumi dengan Elektron, Apa Itu?

Ilmuwan Temukan Badai Luar Angkasa Hujani Bumi dengan Elektron, Apa Itu?

Fenomena
komentar
Close Ads X