Lukisan Goa Tertua Sulawesi, Ungkap Migrasi Manusia Purba di Indonesia

Kompas.com - 14/01/2021, 18:02 WIB
Lukisan gua tertua di dunia menggambarkan babi kutil Sulawesi yang dilukis di dinding gua Leang Tedongnge berumur 45.500 tahun yang lalu. Lukisan prasejarah tertua di dunia ini mengungkapkan sejarah migrasi manusia purba modern, Homo sapiens di Nusantara, Indonesia. Adhi Agus Oktaviana/Arkenas/Griffith UniversityLukisan gua tertua di dunia menggambarkan babi kutil Sulawesi yang dilukis di dinding gua Leang Tedongnge berumur 45.500 tahun yang lalu. Lukisan prasejarah tertua di dunia ini mengungkapkan sejarah migrasi manusia purba modern, Homo sapiens di Nusantara, Indonesia.


KOMPAS.com- Lukisan goa tertua di dunia yang ditemukan di Sulawesi diyakini berusia 45.500 tahun yang lalu. Penemuan gambar cadas tersebut memberikan pemahaman tentang sejarah migrasi manusia purba modern ( Homo sapiens) di Nusantara, Indonesia.

Rekan penulis dan pakar gambar cadas Indonesia, Adhi Agus Oktaviana, mengatakan temuan tersebut amat penting dalam memahami pola dan jalur migrasi manusia modern ke Nusantara, sekaligus adaptasi mereka di kepulauan.

"Selama Zaman Es berlangsung, selat-selat dalam yang mengelilingi Sulawesi tidak pernah mengering, sehingga mustahil bagi manusia prasejarah untuk masuk ke wilayah ini tanpa menyeberangi lautan," jelas Adhi saat dihubungi Kompas.com via WhatsApp, Kamis (14/1/2021.

Hal ini, kata Adhi, mengindikasikan teknologi maritim mungkin telah dikuasai oleh manusia modern awal yang masuk ke Nusantara sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Baca juga: Ahli Temukan Lukisan Purba Sepanjang 13 Kilometer di Pedalaman Amazon

 

Lukisan prasejarah di dinding goa Leang Tedongnge ini menggambarkan babi kutil Sulawesi yang merupakan hewan endemik Indonesia di pulau ini. 

Profesor Maxime Aubert, spesialis pertanggalan dari Griffith Center for Social Science and Cultural Research mengungkapkan bahwa babi adalah hewan yang paling sering digambarkan pada gambar cadas zaman es di pulau ini.

Kemungkinan hewan ini memiliki nilai penting, baik sebagai makanan maupun sebagai ide kreatif dan ekspresi seni, kata Prof Aubert.

Analisis usia lukisan gua

Untuk mengetahui usia lukisan goa tertua di dunia tersebut, peneliti menggunakan penanggalan seri uranium, sebuah metode yang mengukur peluruhan radioaktif uranium.

Baca juga: Jejak Kaki Berusia 120.000 Tahun, Ungkap Rute Migrasi Manusia Purba dari Afrika

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Waspadai Immunosenescence pada Lansia, Bisa Sebabkan Penurunan Respons pada Vaksinasi

Waspadai Immunosenescence pada Lansia, Bisa Sebabkan Penurunan Respons pada Vaksinasi

Oh Begitu
Fosil Anjing Purba di Jerman, Ungkap Asal Mula Domestikasi Serigala

Fosil Anjing Purba di Jerman, Ungkap Asal Mula Domestikasi Serigala

Fenomena
5 Alasan Lansia Indonesia Tak Perlu Ragu Terima Vaksin Covid-19

5 Alasan Lansia Indonesia Tak Perlu Ragu Terima Vaksin Covid-19

Oh Begitu
Ghosting untuk Mengakhiri Hubungan Asmara? Psikolog Sebut Kurang Ajar

Ghosting untuk Mengakhiri Hubungan Asmara? Psikolog Sebut Kurang Ajar

Kita
Peneliti Sebut Obesitas Jadi Prediktor Kunci Kematian akibat Covid-19

Peneliti Sebut Obesitas Jadi Prediktor Kunci Kematian akibat Covid-19

Oh Begitu
Nyeri Punggung Jadi Gejala Baru Virus Corona, Diyakini Ini Penyebabnya

Nyeri Punggung Jadi Gejala Baru Virus Corona, Diyakini Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Varian Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Vaksin Masih Efektif

Varian Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Vaksin Masih Efektif

Kita
Lebih dari 20.000 Gempa Guncang Islandia, Picu Gunung Berapi Meletus

Lebih dari 20.000 Gempa Guncang Islandia, Picu Gunung Berapi Meletus

Fenomena
Bukan Cuma Covid-19, Indra Penciuman Berkaitan Erat dengan Kesehatan

Bukan Cuma Covid-19, Indra Penciuman Berkaitan Erat dengan Kesehatan

Kita
Benarkah Suplemen Daya Tahan Tubuh Membantu Meningkatkan Imunitas? Ahli Jelaskan

Benarkah Suplemen Daya Tahan Tubuh Membantu Meningkatkan Imunitas? Ahli Jelaskan

Oh Begitu
Waspadai, 4 Efek Samping Diet Rendah Kalori yang Cepat Turunkan Berat Badan

Waspadai, 4 Efek Samping Diet Rendah Kalori yang Cepat Turunkan Berat Badan

Oh Begitu
Data Uji Obat Covid-19 Oral Farmasi Jerman Beri Hasil Menjanjikan

Data Uji Obat Covid-19 Oral Farmasi Jerman Beri Hasil Menjanjikan

Oh Begitu
Fakta Mutasi Virus Corona B.1.1.7 di Indonesia, dari Penyebaran, Gejala, hingga Pencegahannya

Fakta Mutasi Virus Corona B.1.1.7 di Indonesia, dari Penyebaran, Gejala, hingga Pencegahannya

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Cara Hindari Varian Baru Virus Corona | 3 Tren Diet yang Harus Dihindari

[POPULER SAINS] Cara Hindari Varian Baru Virus Corona | 3 Tren Diet yang Harus Dihindari

Oh Begitu
komentar
Close Ads X