Kasus Video Artis, Kenapa Orang Gemar Merekam Aktivitas Seksualnya?

Kompas.com - 06/01/2021, 19:05 WIB
Ilustrasi video ShutterstockIlustrasi video

Oleh: Moehammad Gafar Yoedtadi

TEKA-TEKI siapa pelaku video seks yang menghebohkan beberapa bulan belakangan terjawab ketika polisi menetapkan seorang artis dan temannya sebagai tersangka.

Alih-alih mengaku, sebelumnya sang artis sempat mengelak bahwa orang yang ada di dalam video berdurasi 19 detik tersebut adalah dirinya. Namun jejak digital yang dianalisis polisi mematahkan alibi tersebut.

Kalangan aktivis perempuan membela sang artis sebagai korban yang tak selayaknya dijadikan tersangka pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 8 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Sang artis dinilai membuat video porno tersebut dengan tujuan dokumentasi pribadi dan bukan untuk disebarluaskan. Harusnya tersangka utama hanyalah pelaku penyebaran video tersebut karena perbuatannya merupakan tindakan berbagi tanpa kesepakatan (non-consensual sharing).

Namun, polisi berasumsi lain. Polisi menilai sang artis telah melakukan kelalaian ketika mengirim video tersebut kepada temannya, dan temannya baru menghapus video itu seminggu setelah diterima. Keduanya terancam hukuman penjara minimal 6 bulan dan paling tinggi 12 tahun.

Kasus ini menjadi kasus kedua. Sebelumnya pernah menimpa seorang biduan band terkenal yang kedapatan video syurnya viral di internet.

Tulisan ini tak hendak membahas aspek hukum pengenaan status tersangka sang artis, tetapi ingin melihat dari sudut motif orang merekam hubungan intimnya.

Kalau mau jujur perilaku membuat dokumentasi aktivitas seksual sering dilakukan orang. Terbukti dengan beredarnya banyak foto dan video amatir hubungan intim di internet. Pembuatnya bahkan datang dari masyarakat biasa.

Di industri pornografi, video jenis amatir merupakan komoditas yang laris ditonton. Kasdan (2015) membagi tiga jenis konten video syur berdasarkan tujuan pembuatnya.

Pertama adalah produksi video seks pribadi (sebagai praktik intim yang tidak dimaksudkan untuk sirkulasi yang lebih luas). Kedua, produksi pornografi amatir (materi yang diproduksi untuk diedarkan baik secara terbatas pertukaran dengan produser amatir lainnya atau untuk sirkulasi yang lebih luas). Ketiga, produksi industri pornografi arus utama.

Konten yang dibuat oleh sang artis, sebagaimana pengakuannya di depan polisi, masuk kategori pertama hanya dokumentasi pribadi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Situs Prasejarah Maros Pangkep, Ada Gambar Cadas Theriantropik Tertua di Dunia

Situs Prasejarah Maros Pangkep, Ada Gambar Cadas Theriantropik Tertua di Dunia

Fenomena
Mutasi Genetik Ini Penyebab Ada Orang yang Tahan Suhu Dingin

Mutasi Genetik Ini Penyebab Ada Orang yang Tahan Suhu Dingin

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Cedera Olahraga Saat Pandemi Covid-19

Penyebab dan Cara Mengatasi Cedera Olahraga Saat Pandemi Covid-19

Kita
Fakta Gempa Bumi Halmahera Selatan, Dipicu Aktivitas Sesar dan Merusak

Fakta Gempa Bumi Halmahera Selatan, Dipicu Aktivitas Sesar dan Merusak

Fenomena
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Oh Begitu
Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Oh Begitu
WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Fenomena
Hanya 5 Provinsi yang Bisa Selesai Vaksinasi Covid-19 dalam Setahun

Hanya 5 Provinsi yang Bisa Selesai Vaksinasi Covid-19 dalam Setahun

Kita
Mengubah Paradigma Rehabilitasi Lahan di Indonesia

Mengubah Paradigma Rehabilitasi Lahan di Indonesia

Oh Begitu
Membayangkan Akhir Pandemi Virus Corona Covid-19 yang Lebih Realistis

Membayangkan Akhir Pandemi Virus Corona Covid-19 yang Lebih Realistis

Oh Begitu
Mengapa Gurun Sahara Sangat Dingin di Malam Hari?

Mengapa Gurun Sahara Sangat Dingin di Malam Hari?

Fenomena
3 Situs Arkeologi Bisa Dijelajah Secara Virtual, Dari Maros Pangkep hingga Gua Harimau

3 Situs Arkeologi Bisa Dijelajah Secara Virtual, Dari Maros Pangkep hingga Gua Harimau

Fenomena
Kenali Penyebab Cyclist's Palsy, Gangguan Kram pada Jari Saat Bersepeda

Kenali Penyebab Cyclist's Palsy, Gangguan Kram pada Jari Saat Bersepeda

Oh Begitu
komentar
Close Ads X