Kompas.com - 11/12/2020, 19:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Psikolog klinis dewasa, Tiara Puspita, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa pelecehan seksual adalah seluruh jenis perilaku, ucapan, isyarat atau pendekatan terkait seks yang tidak diinginkan.

Artinya, tanpa adanya consent atau persetujuan seksual dari penerima, suatu tindakan bisa dikategorikan sebagai pelecehan seksual.

Permasalahannya, banyak orang masih belum mengerti apa itu consent atau persetujuan seksual.

Hal inilah yang dijelaskan oleh Tiara dalam webinar Consent & Sexual Abuse yang merupakan bagian dari seri #HarusDibahas oleh Reprodukasi pada Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Mengenal 5 Jenis Pelecehan Seksual, termasuk Komentar Cabul dan Penyuapan

Dia berkata bahwa consent adalah persetujuan afirmatif yang diberikan secara sadar, volunter dan tidak dalam hasutan atau ancaman untuk terlibat dalam berbagai aktivitas seksual atau non-seksual.

Persetujuan ini dapat terlihat dari reaksi, antusiasme atau komunikasi yang dilakukan dengan jelas dan berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa poin penting dari consent yang harus dipahami:

1. Consent diberikan secara sukarela tanpa manipulasi, paksaan atau pengaruh substansi

Seperti disebutkan di atas, consent harus diberikan secara sadar, volunter dan tidak dalam hasutan atau ancaman.

"Jadi, kalau saya setuju tapi saya sebetulnya diancam untuk melakukan sesuatu, itu termasuk dalam tidak memberikan consent, (sehingga) tetap termasuk ke dalam pelecehan seksual atau kekerasan seksual," ujar Tiara.

Consent juga tidak bisa diberikan ketika seseorang sedang dalam keadaan tidak optimal untuk membuat keputusan, misalnya ketika sedang tidak sadar, di bawah pengaruh alkohol, sedang tertekan atau saat galau sekali pun.

Baca juga: Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

2. Bisa ditarik kembali dan tidak otomatis berlaku untuk semua bentuk perilaku seksual

Tiara berkata bahwa penting untuk memahami bahwa consent bisa ditarik kembali atau reversible. Selain itu, menyetujui satu perilaku seksual bukan berarti setuju akan semua bentuk perilaku seksual.

Anda bisa memberikan consent pada saat ini dan menariknya di kemudian hari; maupun menyetujui suatu tindakan tetapi menolak tindakan lainnya.

Dia mencontohkan bahwa sering kali, korban hanya memberikan persetujuan hingga tindakan tertentu, misalnya ciuman; tetapi pada saat aktivitas terjadi, korban kemudian dipaksa untuk melakukan hubungan seksual yang tidak disetujui di awal.

"Ini sudah termasuk dalam pelanggaran seksual atau kekerasan seksual, dan berujung pada pemerkosaan," tegasnya

3. Informed

Maksud dan tujuan dari perilaku seksual harus dipahami secara jelas oleh kedua belah pihak.

Artinya, bukan dalam hasutan atau iming-iming memperoleh hadiah, yang kemudian merujuk pada tekanan untuk melakukan aktivitas seksual sebagai imbalan terhadap pelaku.

Baca juga: Komnas Perempuan Tegaskan, Kehamilan Remaja Hanya Beri Tekanan Fisik dan Psikis

4. Tidak harus verbal

Orang yang melakukan atau menerima suatu perilaku seksual harus merasa antusias dan tidak karena terpaksa.

Antusias, disebutkan oleh Tiara, misalnya menampilkan ekspresi tanpa adanya penolakan sama sekali, sehingga bisa diartikan sebagai consent walaupun tidak secara verbal.

"Begitu pula sebaliknya, kalau kita sudah menolak atau menepis, itu sudah bentuk dari tidak memberikan consent," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Fenomena
Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Oh Begitu
Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.