Mengejutkan, Setiap Hari Gajah Kehilangan 325 Liter Air dari Tubuhnya

Kompas.com - 03/12/2020, 20:05 WIB
Ilustrasi spesies gajah Afrika ShutterstockIlustrasi spesies gajah Afrika

KOMPAS.com - Tim peneliti yang terdiri dari Duke Univerity, University of the Witwatersrand, dan Hunter College menemukan fakta baru yang cukup mengejutkan dari gajah.

Tim berhasil mengungkap, jika gajah merupakan hewan darat yang paling banyak kehilangan kandungan air dalam tubuhnya setiap hari.

Seperti dikutip dari Phys, Kamis (3/12/2020) banyak hewan, seperti manusia, tetap sejuk dalam cuaca panas dengan berkeringat.

Sedangkan hewan lain seperti gajah, memiliki organ besar yang berfungsi sebagai sistem pendingin, misalnya telinga mereka.

Baca juga: Serba serbi Hewan: Gajah Takut Serangga Kecil seperti Lebah

Gajah juga memiliki kelenjar keringat, tetapi hanya kecil dan terletak di kaki. Selain itu, gajah dikenal banyak minum air, ratusan liter setiap hari. Jumlah air yang begitu besar membantu gajah tetap sejuk.

Namun menariknya, selama ini, belum diketahui seberapa banyak air yang hilang per harinya. Para peneliti dalam upaya baru ini berusaha mencari tahu.

Akhirnya peneliti pun melakukan eksperimen yang dilakukan pada gajah penangkaran di North Carolina untuk mengukur berapa banyak air yang hilang.

Alih-alih mencoba mengukur urine, kadar air dalam tinja, air yang dikeluarkan melalui pernapasan dan melalui keringat, serta sumber kehilangan air lainnya, para peneliti justru menambahkan dosis deuterium yang diukur secara tepat.

Deuterium ini merupakan cara tak langsung untuk mengukur kehilangan air.

Deuterium kemudian diencerkan dan diberikan kepada beberapa gajah. Dengan mengambil sampel darah secara berkala, tim peneliti lalu dapat mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan gajah untuk menghilangkan deuterium.

Baca juga: Serba-Serbi Hewan: Alasan Kulit Gajah Keriput Sejak Dini

Para peneliti menguji gajah secara berkala selama tiga tahun, termasuk hari-hari yang sangat panas.

Hasilnya peneliti menyebut, jika gajah rata-rata kehilangan sebanyak 325 liter pada hari-hari dingin.

Sementara pada hari-hari panas, gajah akan kehilangan 427 liter dan bahkan bisa bertambah 10% pada hari tertentu. Jumlah tersebut lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Temuan yang telah dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Science ini, memberikan wawasan yang penting, mengingat gajah liar menghadapi suhu yang lebih tinggi dan keterbatasan air akibat pemanasan global.



Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X