Mahasiswa Unpad Gagas Kafan Jenazah Covid-19 dari Plastik Pati Singkong

Kompas.com - 16/10/2020, 18:02 WIB
Petugas memakamkan jenazah COVID-19,  di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) pukul 12.00 WIB menyebutkan kasus meninggal dunia akibat COVID-19 bertambah 100 oarang menjadi 8.230 orang dan positif COVID-19 bertambah 3.046 orang sehingga menjadi 200.035 orang, sementara kasus pasien sembuh COVID-19 bertambah 2.306 orang menjadi 142.958 orang. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPetugas memakamkan jenazah COVID-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) pukul 12.00 WIB menyebutkan kasus meninggal dunia akibat COVID-19 bertambah 100 oarang menjadi 8.230 orang dan positif COVID-19 bertambah 3.046 orang sehingga menjadi 200.035 orang, sementara kasus pasien sembuh COVID-19 bertambah 2.306 orang menjadi 142.958 orang.


KOMPAS.com- Salah satu protokol ketat penanganan jenazah Covid-19 adalah penggunaan plastik untuk membungkus jenazah pasien yang meninggal karena infeksi virus corona.

Proses ini dilakukan untuk mencegah cairan dari jenazah yang terinfeksi Covid-19 tidak keluar dan mengurangi potensi penularan penyakit baru ini.

Namun, plastik yang digunakan tentu tak ramah lingkungan, sebab, butuh waktu yang lama agar plastik dapat terurai, paling cepat 100 tahun.

Berangkat dari kasus tersebut, tiga mahasiswa Universitas Padjajaran ( Unpad), Bandung, menggagas pembungkus jenazah Covid-19 menggunakan plastik yang terbuat dari pati singkong.

Baca juga: Jenazah Pasien Corona Dilapisi Plastik dan Klorin, Ini Protokol WHO

 

Ketiga mahasiswa dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, yaitu Adira Rahmawaty, Muhammad Ilfadry Rifasta, dan Salsa Sagitasa.

"Ide ini muncul setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing dalam rangka mengikuti lomba yang diinformasikan oleh BEM fakultas," kata Adira saat dihubungi Kompas.com, Jumat (16/10/2020).

Kendati demikian, Adira menegaskan bahwa gagasan ini masih berupa kajian pustaka yang sumbernya dari analisis jurnal dan artikel penelitian tentang pati singkong.

"Kami baru meneliti dari literatur buku, jurnal dan kajian pustaka lainnya, lalu kami terapkan sebagai ide untuk mengatasi permasalahan Covid-19," ungkap Adira.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X