Kompas.com - 16/10/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi vaksin corona, uji coba vaksin Oxford, Inggris, kembali dilanjukan setelah sepekan dihentikan karena salah satu relawan sakit. SHUTTERSTOCK/Orpheus FXIlustrasi vaksin corona, uji coba vaksin Oxford, Inggris, kembali dilanjukan setelah sepekan dihentikan karena salah satu relawan sakit.


KOMPAS.com- Salah satu perusahaan pengembang vaksin, Johnson & Johnson, menghentikan uji coba tahap akhir kandidat vaksin corona, setelah seorang peserta dilaporkan mengalami kejadian buruk.

Tak lama berselang, hal yang sama juga dilakukan Eli Lilly, perusahaan farmasi yang saat ini tengah mengembangkan pengobatan antibodi monoklonal untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona, SARS-CoV-2.

Mengutip CNBC, Jumat (16/10/2020), uji coba pada pengobatan antibodi monoklonal tersebut dihentikan sementara oleh regulator kesehatan Amerika Serikat, karena potensi masalah keamanan.

Akibat jeda tersebut, kemungkinan akan menambah kekhawatiran tentang keamanan vaksin atau perawatan potensial untuk Covid-19.

Baca juga: Relawan Sakit, Johnson & Johnson Tunda Uji Vaksin Covid-19 Tahap Akhir

 

Kendati demikian, menurut para ahli medis, jeda dengan penghentian sementara uji klinis adalah hal yang umum, dan penundaan ini harusnya meyakinkan publik bahwa sistem tersebut dilakukan untuk melindungi sukarelawan.

Jeda uji coba untuk keamanan peserta

Sekelompok ahli independen yang tergabung dalam dewan pemantauan yang mengawasi uji klinis di Amerika Serikat merekomendasikan jeda untuk uji klinis setiap kali ada 'kejadian buruk'.

Hal itu disampaikan Isaac Bogoch, spesialis penyakit menular dan profesor di Universitas Toronto.

Baca juga: Sembari Menanti Vaksin Covid-19, Kenapa Orang Dewasa Perlu Imunisasi Influenza dan PCV?

 

Bogoch mengatakan jeda tersebut akan memakan waktu selama yang diperlukan untuk mengumpulkan semua informasi dan tidak berarti ada masalah dengan vaksin atau pengobatannya.

"Dewan akan mengatakan mari kita dorong untuk menghentikan ini. Mereka akan berkata, kami membutuhkan lebih banyak data dan mari kita lihat apakah orang ini ada dalam kelompok vaksin atau dalam kelompok plasebo," kata Bogoch yang juga salah satu anggota dewan yang mengawasi uji klinis obat.

Dewan tersebut juga akan mengatakan agar menggunakan semua data untuk menentukan apakah ini adalah efek samping dari vaksin dan jika benar demikian, maka perlu diputuskan untuk apakah aman untuk melanjutkan penelitian ini atau tidak.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.