Kompas.com - 13/10/2020, 18:32 WIB
Ilustrasi demam tifoid atau penyakit tipes ShutterstockIlustrasi demam tifoid atau penyakit tipes


KOMPAS.com- Pernahkah Anda mendengar bahwa ketika terinfeksi penyakit tipes atau demam tifoid, maka salah satu obat yang harus diminum adalah kapsul cacing.

Namun, mitos atau fakta bahwa kapsul cacing merupakan obat untuk penyakit tipes?

Menanggapi hal itu, Dokter Umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon, dr Lovira Ladieska menegaskan bahwa kapsul cacing itu bukanlah obat untuk penyakit tipes atau demam tifoid.

"Itu mitos," kata Lovira kepada Kompas.com, Selasa (6/10/2020).

Lovira menjelaskan, demam tifoid disebabkan oleh bakteri jenis Salmonella typhii, maka obatnya adalah antibiotik.

Baca juga: Kenali Gejala Tipes dan Bedanya dengan Penyakit Serupa

 

Sementara, kapsul cacing maupun obat cacing hanya dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh parasit atau cacing.

"Intinya tifoid bisa diobatin dengan obat antibiotik," jelasnya.

Ia menuturkan, memang seringkali dipakai oleh masyarakat awam itu adalah obat yang terbuat dari cacing tanah berbentuk kapsul-kapsul herbal, dan ini masih sering konsepsi.

Hanya saja, masyarakat di Indonesia memang masih banyak yang percaya dengan pengobatan atau obat-obatan yang diberikan label herbal seperti itu.

Ilustrasi antibiotikShutterstock Ilustrasi antibiotik

"Intinya secara medis kapsul cacing itu belum terbukti dapat menyembuhkan tifoid," jelasnya.

Efek kapsul cacing dikonsumsi orang dengan tipes

Lovira menyebutkan, obat atau kapsul cacing bila digunakan dalam jangka panjang dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti berikut.

  • Sakit perut
  • Muntah
  • Diare
  • Penurunan nafsu makan
  • Reaksi alergi
  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Sesak napas

Baca juga: Daftar Obat untuk Tipes dan Saran Dokter Lainnya agar Cepat Sembuh

 

Berikut beberapa antibiotik yang umumnya diberikan kepada pasien tipes.

  • Ciprofloxacin
  • Ceftriaxone
  • Chloramphenicol
  • Azithromisin
  • Ampicillin
  • Amoxicillin

"Selalu konsultasikan ke dokter terlebih dahulu untuk pemilihan antibiotik yang dipakai, karena obat antibiotik untuk orang dewasa, ibu hamil, dan anak-anak yang terkena tifoid berbeda-beda," tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X