Konsumsi Pangan Olahan, Jangan Lupa Baca Labelnya

Kompas.com - 10/08/2020, 20:04 WIB
Ilustrasi membaca label makanan Ryan McVayIlustrasi membaca label makanan

KOMPAS.com – Penting bagi individu dan keluarga untuk memilih makanan yang berkualitas, termasuk panganan olahan. Memilih kualitas makanan olahan merupakan proses penting dan harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi masing-masing keluarga.

Hal itu disampaikan oleh Dra Sutanti Siti Namtini, Apt., Ph.D selaku Direktur Standarisasi Pangan Olahan Badan POM.

“Pangan olahan yang diproduksi secara massal merupakan salah satu pilihan populer keluarga karena periode penyimpanan yang panjang dan kandungan gizi yang telah sesuai dengan standar yang berlaku,” tuturnya dalam agenda “Menjadi Konsumen Pintar dengan Baca Label” yang diselenggarakan oleh Danone Indonesia, Badan POM dan GridHealth.

Baca juga: Bagaimana Cara Membaca Label Informasi Nilai Gizi pada Makanan?

Pemerintah melalui Badan POM telah menerbitkan sejumlah regulasi di bidang pangan olahan, termasuk regulasi label pada pangan olahan.

“Untuk itu, setiap pangan olahan yang dipasarkan dan telah mendapatkan izin edar dari Badan POM telah melalui serangkaian proses penilaian dan telah sesuai dengan regulasi, termasuk label pangan pada produknya,” tambah Sutanti.

Adanya label pangan membuat konsumen mengetahui secara rinci kandungan bahan, tanggal kadaluarsa, sampai cara penyajian sehingga lebih mudah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan nutrisi keluarga.

“Label pangan memuat keterangan gambar, tulisan, kombinasi keduanya, ataupun bentuk lain yang ditempelkan atau merupakan bagian dari kemasan pangan,” tutur Sutanti.

Baca juga: 9 Kesalahan dalam Membaca Label Nutrisi Makanan Kemasan

Ia mencontohkan pangan olahan wajib mencantumkan keterangan seperti nama produk, komposisi, berat bersih, nama dan alamat produsen, nomor izin edar, tanggal dan kode produksi, keterangan kadaluarsa, asal-usul bahan pangan tertentu, informasi nilai gizi, hingga logo halal bagi produk yang dipersyaratkan.

Selain itu, membaca label pangan juga bisa melindungi konsumen sebagai salah satu upaya untuk menurunkan prevalensi penyakit tidak menular yang diakibatkan oleh konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan.

Secara keseluruhan, Badan POM memberikan panduan singkat yang harus diingat konsumen sebelum membeli produk pangan olahan yaitu Cek KLIK:

- Cek Kemasan
- Cek Label
- Cek Izin Edar
- Cek Tanggal Kadaluarsa

Baca juga: Rem Makan Berlebihan dengan Membaca Label Gizi

Anda bisa memilih produk yang akan dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan zat gizi masing-masing individu, dengan memperhatikan kandungan gizi setiap sajian.

Hal ini bisa menjadi salah satu upaya dalam penurunan angka penyakit tidak menular bagi masyarakat maupun generasi mendatang.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NASA akan Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan pada 2024

NASA akan Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan pada 2024

Oh Begitu
Ahli Ciptakan Peti Mati Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Ahli Ciptakan Peti Mati Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

Oh Begitu
BMKG: Warga Harus Akhiri Kepanikan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust

BMKG: Warga Harus Akhiri Kepanikan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust

Fenomena
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Zona Sepi Gempa dan Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Begini Kata Ahli

Zona Sepi Gempa dan Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Begini Kata Ahli

Oh Begitu
BMKG: Skema Mitigasi 20-20-20 Masih Relevan untuk Mitigasi Tsunami Selatan Jawa

BMKG: Skema Mitigasi 20-20-20 Masih Relevan untuk Mitigasi Tsunami Selatan Jawa

Fenomena
Makan Terlalu Banyak, Ini Penjelasan dari Alasan Makan Berlebihan hingga Akibatnya

Makan Terlalu Banyak, Ini Penjelasan dari Alasan Makan Berlebihan hingga Akibatnya

Kita
3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

Kita
Mirip Paus Pembunuh, Dinosaurus Ini Ternyata Predator Laut Zaman Jurassic

Mirip Paus Pembunuh, Dinosaurus Ini Ternyata Predator Laut Zaman Jurassic

Fenomena
IOWave20 Latihan Mitigasi Tsunami, BMKG Target Sesuaikan SOP dan Kondisi Pandemi

IOWave20 Latihan Mitigasi Tsunami, BMKG Target Sesuaikan SOP dan Kondisi Pandemi

Oh Begitu
Hackathon Diluncurkan di Indonesia, Kesempatan Berinovasi Energi Terbarukan

Hackathon Diluncurkan di Indonesia, Kesempatan Berinovasi Energi Terbarukan

Kita
10 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

10 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

Kita
Termasuk Mamalia, Paus Berparuh Bisa Tahan Napas Lebih dari 3 Jam

Termasuk Mamalia, Paus Berparuh Bisa Tahan Napas Lebih dari 3 Jam

Oh Begitu
Logam Berusia 1.000 Tahun untuk Baja Tahan Karat Ditemukan di Iran

Logam Berusia 1.000 Tahun untuk Baja Tahan Karat Ditemukan di Iran

Oh Begitu
komentar
Close Ads X