Kompas.com - 19/03/2020, 10:03 WIB
Ilustrasi kolesterol tinggi ShutterstockIlustrasi kolesterol tinggi


KOMPAS.com - Kolesterol merupakan zat lilin yang diproduksi hati dan merupakan formasi vital dari membran sel, vitamin D, dan beberapa hormon. Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit serius.

Kolesterol tidak dapat larut dalam air, sehingga membutuhkan bantuan dari partikel untuk dapat menyebar ke seluruh tubuh dengan sendirinya.

Partikel tersebut diketahui sebagai lipoprotein yang terdiri dari dua bentuk.

Pertama, Low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai "kolesterol jahat" karena dapat menyumbat arteri yang menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Baca juga: Mau Kurangi Kolesterol? Ini 11 Makanan yang Baik untuk Anda Menurut Sains

Kemudian, ada High-density lipoprotein (HDL), berperan sebagai "kolesterol baik" yang akan mengembalikan LDL ke hati untuk dieleminasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir Healthline, Rabu (18/3/2020), jika kadar LDL terlalu tinggi atau HDL terlalu rendah, lemak akan bertumpuk di aliran darah sehingga darah sulit mengalir di arteri. Hal ini akan berdampak pada jantung serta otak dan bisa berakibat fatal.

Tanda-tanda kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala. Dalam kebanyakan kasus, kolesterol hanya akan memberikan efek jangka panjang, seperti serangan jantung dan stroke.

Namun, penyakit serius tersebut baru akan terjadi jika terjadi penumpukan plak di arteri yang menghalangi aliran darah.

Baca juga: Habis Minum Obat Kolesterol dan Hipertensi, Bolehkah Makan Daging Sepuasnya?

Satu-satunya cara untuk mengetahui kolesterol tinggi yaitu dengan melakukan tes darah. Seseorang dikatakan memiliki kolesterol tinggi jika kolesterol darah melebihi 240 mg/dL.

Tanda-tanda lain yang juga berisiko memiliki kolesterol tinggi yaitu tekanan darah tinggi, obesitas, dan merokok. Anda dianjurkan untuk menjalani tes kolesterol setelah berumur 20 tahun dan melakukannya secara rutin setiap empat sampai enam tahun sekali.

Selain itu, Anda berpotensi memiliki kolesterol tinggi jika mempunyai riwayat keluarga yang mengalami hal serupa.

Ada suatu kondisi genetik yang menyebabkan kadar kolesterol 300 mg/dL atau lebih. Kondisi ini disebut familial hypercholesterolemia.

Orang yang berada pada kondisi ini mungkin akan mengalami xanthoma, biasanya muncul sebagai bercak kuning di atas kulit atau benjolan di bawah kulit.

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X