Setelah Sukabumi, Gempa M 3,7 Guncang Purwakarta dan Cianjur

Kompas.com - 12/03/2020, 09:29 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi

KOMPAS.com - Belum usai pemberitaan gempa merusak di Sukabumi dua hari lalu, wilayah Jawa Barat kembali diguncang gempa pada pada Rabu (11/3/2020) malam. Gempa itu mengguncang Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pukul 21.41 WIB.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menunjukkan bahwa gempa yang terjadi itu berkekuatan M 3,7.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan resminya kepada Kompas.com menyebutkan bahwa episenter terletak pada koordinat 6,72 LS dan 107,31 BT.

Tepatnya berlokasi di Darat pada jarak 22 kilometer Timur Laut di Waduk Cirata, pada kedalaman 2 kilometer.

Baca juga: Gempa Sukabumi Terasa Sampai Jakarta, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya yang sangat dangkal yaitu hanya 2 kilometer, kata dia, diyakini gempa ini merupakan gempa kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif yaitu Sesar Cirata di Waduk Cirata.

Hasil kajian yang dilakukan oleh beberapa peneliti menunjukkan bahwa kegempaan mikro di wilayah Cirata memiliki kedalaman sangat dangkal kurang dari 10 kilometer dengan mekanisme sumber gempa yang didominasi oleh sesar naik.

Sementara itu, dampak gempa di Waduk Cirata ini berdasarkan peta tingkat guncangan dan laporan masyarakat, getarannya dirasakan di Cirata dan Plered, Kabupaten Purwakarta dengan skala intensitas III MMI.

Dengan skala III MMI, warga merasakan guncangan seperti ada truk yang berlalu sehingga menyebabkan warga berlarian ke luar rumah.

Sedangkan di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, skala intensitas getarannya mencapai II MMI, warga hanya merasakan goyangan lemah.

"Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," kata Daryono.

Hingga pukul 22:20 WIB, hasil monitoring BMKG terdapat satu aftershock pada pukul 21:51:50 dengan kekuatan M 2.3, episenter terletak pada koordinat 6.8 LS dan 107.37 BT.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Aceh Selatan, Terasa di Kota Blangpidie

Untuk diketahui, wilayah antara Cianjur dan Purwakarta memang termasuk daerah rawan gempa.

Sejaran gempa merusak yang pernah terjadi di wilayah ini adalah gempa Cianjur pada tahun 1834 dan gempa Purwakarta di tahun 1862.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X