Komposisi Oksigen di Bumi dan Bulan Tidak Identik, Ini Kata Ilmuwan

Kompas.com - 11/03/2020, 20:31 WIB
Pemandangan Bumi yang difoto dari permukaan Bulan dalam misi Apollo 8, 1968 Pemandangan Bumi yang difoto dari permukaan Bulan dalam misi Apollo 8, 1968


KOMPAS.com - Oksigen di Bumi dan Bulan memiliki komposisi yang berbeda dan tidak identik. Fakta ini mematahkan hipotesa sebelumnya yang menyatakan oksigen di keduanya identik.

Dalam studi baru yang dilakukan para ilmuwan di University of New Mexico menemukan bukti perbedaan komposisi oksigen dari Bumi dan Bulan.

Penelitian ini belum lama dipublikasikan dalam Nature Geoscience dengan judul makalah, Distinct Oxygen Isotope Compositions of the Earth and Moon.

Melansir Science Daily, Rabu (11/3/2020), pada penelitian sebelumnya, mendorong ilmuwan untuk mengembangkan Giant Impact Hypothesis.

Baca juga: Jarak Bumi dan Bulan Kian Jauh, Ini Efeknya Bagi Waktu

Hipotesis itu menunjukkan Bulan terbentuk dari puing-puing setelah tabrakan raksasa antara Bumi awal dan proto planet bernama Theia.

Sampel yang dikembalikan dari Bulan dari misi Apollo menunjukkan adanya komposisi oksigen yang hampir identik.

Meski Giant Impact Hypothesis dapat menjelaskan dengan baik kesamaan geokimia antara Bumi dan Bulan, namun kesamaan ekstrim dalam isotop oksigen sulit dirasionalkan dengan skenario ini.

"Temuan kami menunjukkan, mantel Bulan kemungkinan telah mengalami percampuran dan sedikit mewakili peristiwa tabrakan dengan Theia," kata Erick Cano, ilmuwan dari University of New Mexico.

Baca juga: 50 Tahun Pendaratan di Bulan, 4 Inovasi yang Lahir Berkat Apollo 11

Cano mengatakan data tersebut menyiratkan komposisi isotop oksigen yang berbeda dari Theia dan Bumi.

Komposisi itu tidak sepenuhnya dihomogenesasi oleh dampak pembentukan Bulan dan memberikan bukti kuantitatif bahwa Theia bisa terbentuk lebih jauh dari Matahari daripada Bumi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X