Penantian Panjang Dibuatnya Vaksin Demam Berdarah…

Kompas.com - 14/02/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti. Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti.

Dari segi swasta dan pemerintah, salah satu cara pencegahan DBD yang dinilai paling ampuh adalah pemberian vaksin. Ini karena adanya “populasi naif”, atau bayi baru lahir, yang rentan terkena DBD sehingga penyakit tersebut sulit dibasmi.

Namun, setelah lebih dari 50 tahun DBD merajalela di Indonesia, vaksin untuk penyakit tersebut tak kunjung hadir. Mengapa?

“Vaksin dengue memang agak rumit, karena virus dengue di Indonesia terdiri dari empat jenis. Tidak saling menetralisir,” tutur Tedjo.

Selain Indonesia, pengembangan vaksin dengue juga dilakukan oleh beberapa instansi di luar negeri. Namun, belum ada yang bisa menemukan racikan yang pas untuk menangkal empat jenis virus dengue sekaligus.

Baca juga: Mengapa Nyamuk Demam Berdarah Merajalela di Musim Hujan?

Selain vaksin, lanjutnya, kendala juga berasal dari pembuatan obat yang diberikan kepada pasien DBD. Hal ini disebabkan oleh sifat virus yang self limiting.

“Virus dengue itu self limiting, sangat sebentar. Jadi kalau memang mau diobati, harus pada saat pertama kali virusnya masuk. Tapi kebanyakan orang, ketika terinfeksi dengue, hanya 25 persen pasien yang merasa sakit,” papar ia.

Pasien DBD biasanya masuk rumah sakit ketika ia merasa tidak kuat, umumnya pada hari ketiga atau keempat. Saat itu, kalaupun diberikan obat, efektivitasnya akan menurun karena pada hari ketujuh virus tersebut sudah hilang.

Menurunkan kasus dengue

Tedjo menyebutkan, bila pengembangan vaksin dengue telah ditemukan kemudian didistribusikan dengan baik, angka kasus DBD pasti akan mengalami penurunan.

“Dengan ditemukannya vaksin, diharapkan akan menurunkan kasus dengue. Tidak akan menghilangkan 100 persen tapi akan menurunkan angkanya,” lanjut ia.

Baca juga: 5 Kesalahpahaman Terbesar tentang DBD dan Nyamuknya

Saat ini, perusahaan farmasi yang memiliki pengembangan vaksin dengue terkini adalah Takeda.

“Takeda sudah punya hasil (vaksin dengue) cukup bagus. Kalau sudah jadi dan masuk program pemerintah, diharapkan akan menekan angka terjangkitnya DBD,” tutup Tedjo.

 

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X