Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Eskalasi Kontrak Infrastruktur, Kementerian PUPR Anggarkan Rp 300 Miliar

Kompas.com - 09/12/2022, 14:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan dana sebesar Rp 300 miliar untuk penyesuaian harga atau eskalasi atas proyek infrastruktur yang terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan aspal.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, terdapat dua risiko untuk pengadaan anggaran eskalasi proyek infrastruktur, baik dari Kementerian PUPR maupun penyedia jasa.

"Jadi eskalasi di dalam Surat Edaran (SE) itu dibagi berdua, (resikonya) penyedia jasa dan kita. Berapa itungannya dibagi dua. Jadi, yang kita bayar 50 persen," ucap Basuki usai seremoni penyerahan aset Barang Milik Negara (BMN) di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (7/12/2022).

SE yang dimaksud Basuki terkait dengan SE Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Nomor 16 Tahun 2022 tentang Penjelasan atas Pelaksanaan Barang/Jasa yang Terdampak Atas Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak atau Aspal pada Tahun Anggaran 2022.

Baca juga: Eskalasi Proyek Infrastruktur Disetujui, Basuki Minta Kontraktor Tak Mundur

Basuki juga memastikan tidak ada perubahan nilai kontrak dan tidak ada penambahan anggaran.

Nantinya, penyesuaian harga berasal dari optimalisasi anggaran yang ada. Sehingga, Kementerian PUPR tidak meminta tambahan anggaran.

Sebelumnya, Basuki menyebutkan bahwa eskalasi proyek infrastruktur Kementerian PUPR telah disetujui.

"Eskalasi sudah dibenarkan, sudah ada legalnya dari Ketua LKPP. Jadi, sudah ada surat edarannya," jelas dia.

Oleh karena itu, Basuki berpesan kepada para kontraktor untuk tidak ragu-ragu dalam menyelesaikan pekerjaan.

"Jangan sampai kita putus kontrak hanya gara-gara keragu-raguan eskalasi. Eman-eman bapak sudah memenangkan tender (lelang) dengan susah payah, kalau putus di jalan kan eman-eman," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+