Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Luhut: Bangun Kereta Cepat, Indonesia Harus Banyak Belajar dari China

Kompas.com - 15/12/2020, 15:31 WIB
Ardiansyah Fadli,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) hingga Desember 2020 telah mencapai progres 64,4 persen.

Proyek KCJB ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan untuk pembangunan proyek kereta cepat, Indonesia disarankan banyak belajar dari China.

Menurut dia, proyek KCJB yang dibangun sepanjang 142,3 kilometer ini dikerjakan oleh tenaga kerja terampil yang sebagian berasal dari China.

Baca juga: Hingga 2020, Progres Kereta Cepat Jakarta Bandung Tembus 64,4 Persen

"Kita harus belajar bagaimana China begitu fit bekerja," kata Luhut dalam acara peresmian Tunnel 1 proyek KCJB di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Luhut mengaku paham betul isu terkait investasi, perizinan, hubungan kemasyarakatan, dan masalah lain yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek ini yang begitu kompleks dan rumit.

"Tetapi karena koordinasi yang baik jadi semua bisa terpecahkan," lanjutnya.

Luhut menyebut KCJB merupakan mega proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara dengan kecepatan mencapai 350 kilometer per jam.

Dengan kereta ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi lebih singkat hanya sekitar 40 menit dari sebelumnya tiga jam.

"Proyek Kereta Cepat jakarta Bandung ini merupakan mega proyek pionir kerja sama dua negara antara Indonesia-China," jelas Luhut.

Baca juga: Tunnel 1 Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung Dibangun

Luhut juga mengapresiasi capain progres yang memuaskan dari pembangunan KCJB ini.

Ke depan, kata Luhut, KCJB diharapakan dapat menjadi transportasi modern dan berdampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Mari sama-sama kita kawal, sehingga proyek ini dapat selesai pada waktunya dan jadi kebanggaan bangsa Indonesia," tuntas Luhut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com