Kualitas SDM Rendah, Penyebab Kecelakaan Konstruksi

Kompas.com - 04/11/2020, 13:30 WIB
Puslabfor mulai cari bukti insiden melorotnya cor-coran di Tol Becakayu, Rabu (21/2/2018) Stanly RavelPuslabfor mulai cari bukti insiden melorotnya cor-coran di Tol Becakayu, Rabu (21/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan konstruksi pada proyek infrastruktur terjadi disebabkan karena rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM).

Selain itu, pembangunan yang masih dilakukan secara sektoral juga ikut berkontribusi terhadap maraknya kecelakaan konstruksi.

Guru Besar Universitas Pelita Harapan (UPH) Manlian Ronald A Simanjuntak mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

“Saya cermati ada dua hal (penyebab) kecelakaan konstruksi akhir-akhir ini, lemahnya kualitas SDM, bukan teknologi," jelas Manlian.

Pada segmen SDM, budaya konstruksi Indonesia dinilai lemah karena para pekerja kurang ketelitian, kurang kompeten, kurang waspada, dan tidak tekun.

Kedua, kecelakaan konstruksi terjadi karena pembangunan proyek infrastruktur masih sektoral.

Baca juga: Basuki dan DPR Bakal Tetapkan 7 Pengurus LPJK Baru Desember 2020

Dia melihat, pembangunan proyek infrastruktur bagus dilakukan pada satu daerah. Namun, saat melibatkan lintas daerah, baik antar-provinsi, antar-kabupaten/kota dinilai tidak mudah karena terbentur dengan banyak aturan masing-masing wilayah.

Hal ini karena belum ada aturan yang dapat menyinergikan dua belah pihak di daerah.

Oelh karena itu, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) mendatang diharapkan dapat menyinergikan pembangunan tersebut.

Manlian mencontohkan, terdapat pembangunan jembatan melintas dari daerah A dan daerah B yang selama ini dikendalikan oleh pemda masing-masing.

Namun, ke depannya pembangunan jembatan tersebut harus saling bersinergi karena melintasi dua daerah.

Dengan demikian, peran LPJK masa mendatang diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan atau kegagalan konstruksi.

“Jadi, LPJK ke depan akan berkoordinasi dengan kepala daerah, antar gubernur untuk bersinergi yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan bupati/wali kotanya,” pungkas Manlian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X