Kompas.com - 11/10/2021, 21:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menantu penyanyi Nia Daniaty, Rafly Noviyanto Tilaar, menjawab perihal pemeriksaan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) soal kasus dugaan penggelapan, penipuan, dan pemalsuan surat CPNS.

Saat ditanya awak media mengenai hal tersebut, Rafly Noviyanto Tilaar memilih diam dan menyerahkan semuanya kepada kuasa hukum untuk menjelaskan, Yusuf Titaley.

"Itu nanti saja, yang ada di Polda saja dulu," Yusuf saat ditemui di Polda Metro Jaya usai Rafly Noviyanto Tilaar menjalani pemeriksaan, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Soal Dugaan Penipuan CPNS, Menantu Nia Daniaty Mengaku Tidak Tahu Rekeningnya Dipakai Olivia Nathania untuk Transaksi

Saat Rafly Noviyanto Tilaar berlalu meninggalkan awak media, dia terlihat menganggukkan kepala usai mendapat pertanyaan apakah masih berstatus pegawai Ditjen PAS atau tidak.

Adapun Ditjen PAS sudah menyelidiki dan memeriksa Rafly Noviyanto Tilaar.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti, mengatakan, pemeriksaan tersebut adalah tindak lanjut dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan surat Olivia Nathania dan Rafly Noviyanto Tilaar.

Baca juga: Suami Olivia Nathania Diperiksa 7 Jam Terkait Kasus Dugaan Penipuan CPNS

"Proses pemeriksaan dan penyelidikan sudah dilakukan oleh Ditjen PAS Kemenkumham dan Ditjen PAS terkait aduan yang masuk terhadap Saudara Rafly," kata Rika saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/9/2021).

Diberitakan sebelumnya, salah satu orang yang mengaku korban, Karnu, melaporkan Olivia Nathania dan suaminya, Rafly Noviyanto Tilaar, ke Polda Metro Jaya pada 23 September 2021.

Laporan yang teregister dengan nomor LP/B/4728/IX/SPKT/Polda Metro Jaya itu menggunakan Pasal 378 dan atau Pasal 372 dan atau Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penggelapan, Penipuan, serta Pemalsuan Surat.

Baca juga: Setelah Olivia Nathania dan Suami Diperiksa, Polisi Bakal Lakukan Gelar Perkara Kasus Dugaan Penipuan CPNS

Sementara korban dari kasus tersebut disebut telah mencapai 225 orang dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 9,7 miliar.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.