Kompas.com - 17/09/2021, 09:55 WIB
Chandra Liow dan ayahnya menjadi tamu podcast Deddy Corbuzier. YouTube Deddy CorbuzierChandra Liow dan ayahnya menjadi tamu podcast Deddy Corbuzier.

JAKARTA, KOMPAS.com - Konten kreator Chandra Liow berbagi kisahnya terkena badai sitokin dan kritis akibat Covid-19 beberapa waktu lalu.

Sempat dalam kondisi yang memprihatinkan, Chandra Liow merasa saat itu waktu kematiannya hanya tinggal menunggu giliran.

Ayah Chandra Liow yang tidak tega melihat anaknya terbaring lemah tak berdaya, rela mempertaruhkan nyawa untuk menemani di IGD.

Berikut rangkuman kisah Chandra Liow yang sempat kritis karena badai sitokin, dikutip dari podcast Deddy Corbuzier, Kamis (16/9/2021).

Menunggu giliran dipanggil Tuhan

Selama masa kritisnya, Chandra Liow melihat banyak pasien Covid-19 lain yang juga berjuang melawan badai sitokin satu per satu dipanggil Yang Maha Kuasa.

Banyaknya jumlah yang berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kesehatan (nakes) membuat Chandra Liow berpikir logis bahwa ia tidak akan selamat.

Baca juga: Kena Badai Sitokin, Chandra Liow: Seperti Antre Akan Dipanggil Tuhan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setiap kali gue dengar meninggal di kiri, meninggal di kanan, 'ini mah gue antre, tinggal tunggu kapan'," ucap Chandra Liow.

Pikirkan ibu

Dalam kondisi itu, Chandra Liow memikirkan sang ibu yang juga sedang menjalani perawatan akibat terinfeksi virus corona darinya di sebuah rumah sakit di Jakarta.

"Gue bilang sama Tuhan, 'ambil, ambil, ambil. Nyokap gue 100 persen sembuh, tolong, dan ambil nyawa gue'. Karena gue yakin, salah satu dari kami mungkin ada yang enggak selamat," ucap Chandra Liow.

Baca juga: Chandra Liow Ceritakan Masa Kritis Saat Positif Covid-19

Ayah ambil risiko

Tak tega melihat putranya kritis, ayah Chandra Liow rela mempertaruhkan nyawanya untuk menemani sang putra di IGD.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.