Kompas.com - 19/01/2021, 16:24 WIB
Tyo Pakusadewo saat sesi wawancara dalam rangka promo film My Generation di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta, Senin (30/10/2017). Film arahan Upi ini menceritakan tentang remaja yang hidup di era millenial saat ini. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELITyo Pakusadewo saat sesi wawancara dalam rangka promo film My Generation di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta, Senin (30/10/2017). Film arahan Upi ini menceritakan tentang remaja yang hidup di era millenial saat ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum aktor Tyo Pakusadewo, Santrawan T Paparang menyatakan, pihaknya tidak akan mengajukan banding terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Santrawan mengatakan majelis hakim telah mempertimbangkan putusan yang diambil dengan sebaik-baiknya.

"Ngapain? Keadilan untuk ini (sudah) kami dapatkan untuk Tyo. Tyo bisa mengalami pencerahan," kata Santrawan saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (19/1/2021).

Meski tidak mendapat rehabilitasi dari vonis tersebut, Santrawan mengatakan, pihaknya bakal berupaya mengobati Tyo Pakusadewo setelah dinyatakan bebas murni.

Baca juga: Tyo Pakusadewo Divonis 1 Tahun Penjara

Setelah menghitung pemotongan masa penahanan, Santrawan menyebut Tyo Pakusadewo bakal bebas murni berkisar 40 hari lagi.

"Rehabilitasi kan harus ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO). Tapi dengan kondisi seperti ini, cukup nanti diupayakan dari luarlah untuk pengobatannya," kata Santrawan.

"Dia sudah 10 bulan (penahanan), berarti kan sisa waktunya ya kira-kira 2 bulan atau 40 hari lah kira kira dia jalani lagi, jadi tinggal itu (memunggu bebas murni). Apalagi yang akan kami ajukan rehabilitasi? Mendingan berobat sajalah," ujar Santrawan melanjutkan.

Adapun, majelis hakim PN Jaksel menyatakan Tyo Pakusadewo bersalah atas kasus penyalahgunaan narkoba.

Baca juga: Hari Ini, Tyo Pakusadewo Kembali Jalani Sidang Kasus Narkoba

Majelis hakim PN Jaksel menjatuhkan vonis terhadap Tyo Pakusadewo berupa hukuman penjara 1 tahun.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni 2 tahun hukuman penjara.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X