Kompas.com - 25/10/2020, 15:13 WIB
Ilustrasi sepeda impor ShutterstockIlustrasi sepeda impor

JAKARTA, KOMPAS.com- Bersepeda menjadi olahraga yang paling digandrungi saat ini, sekali pun para kaum selebritas.

Namun sayang dengan maraknya olagraga sepeda, tindak kejahatan jambret hingga begal sepeda juga kerap kali terjadi.

Salah satunya menimpa aktor Anjasmara yang belum lama ini dijambret.

Baca juga: Anjasmara Tak Ingin Peristiwa Penjambretan yang Menimpanya Dilaporkan ke Polisi, Apa Alasannya?

Dari penjambretan tersebut, Anjasmara mengalami luka cukup serius hingga mengenakan penyangga leher.

Bukan hanya Anjasmara saja yang mengalami akan tetapi adapula beberapa video viral dengan aksi penjambretan hingga begal sepeda.

Melihat banyaknya tindak kejahatan itu, Wakapolres Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus Rahmanto menyebut bakal membentuk tim satgas khusus untuk mengatasi maraknya aksi tindak tidak terpuji.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terjatuh dan Terseret 3 Meter, Anjasmara Beberkan Luka-luka yang Dialaminya

Meski beberapa korban tak melaporkan seperti halnya Anjasmara, polisi perlu menindak tegas kejahatan itu.

"Dengan kejadian yang meninpa Mas Anjasmara, perlu kita tekankan di sini sampai saat ini kita berusaha mengkompulir. Jadi sebenarnya bukan Mas Anjasmara saja yang menimpa kejadian ini tapi rentetan kejadian sebelumnya ada yang berhasil dan ada yang percobaan," kata Antonius Agus dikutip Kompas.com dalam YouTube STARPRO Indonsia, Minggu (25/10/2020).

"Nah kita belum cerita detail karena belum ada laporan, kita akan cek, tapi saat ini belum. Kemudian ada beberapa rentetan kejadian atas perintah Bapak Kapolres Metro Jakarta Selatan, kita membentuk tim satgas khusus untuk mengantisipasi begal sepeda ini," sambungnya.

Antonius berujar nantinya satgas khusus ini akan dibentuk dalam dua tim. Setidak aksi-aksi kejahatan jambret hingga begal sepeda dapat diminimalisir pergerakannya.

Baca juga: Antisipasi Begal, Polisi Patroli di Jalur Sepeda Saat Akhir Pekan

"Oke karena kejadiannya adalah menimpa para masyarakt yang berolahraga yang menggunakan sepeda itu banyak yang jadi korban maupun calon korban. Nah untuk laporannya, akan kita kumpulkan lagi," tutur Antonius.

"Jadi satgas ini memiliki dua tim, tim cegah dan tim ungkap tindak. Tim cegah ini banyak masyarakat di tengah pandemi melakukan olahraga sepeda, lagi musim kan. Oleh sebab itu kita menempatkan tim secara terbuka, uniform polisi itu kita tempatkan di sekitar olahraga sepeda sehingga mempersempit ruang gerak pelaku, bagaimanapun mereka akan memikirkan dua kali untuk melakukan tindak kejahatan itu.

Sementara tim ungkap akan memeriksa mengenai laporan-laporan terhadap tindak begal sepeda.

"Untuk (tim) ungkap walalupun Lp tidak menerima atau percobaan, tapi kami mengumpulkan beberapa kejadian dari informasi yang ada. Kita mencoba menggali dan berusaha mengungkap secepatnya. Kami duga ini kelompok yang sama, mengingat menyasar pada komunitas tertentu," tuturnya lagi.

Terkait dengan kejadian yang menimpa Anjasmara, polisi hingga saat ini belum menerima laporan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X