Kata Salman Aristo soal Nasib Film Indonesia di Masa Pandemi

Kompas.com - 20/10/2020, 20:35 WIB
Penulis skenario Salman Aristo diabadikan di Resto Commune Bistro & Grill, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2016). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANPenulis skenario Salman Aristo diabadikan di Resto Commune Bistro & Grill, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2016).
Penulis Firda Janati
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penulis sekaligus produser Salman Aristo menjadi pembicara dalam diskusi publik yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta dan Komite Film.

Dalam pembicaraan tersebut, para pembicara memberikan pendapatnya mengenai dunia perfilman yang terimbas pandemi Covid-19.

Seperti yang diketahui, karena pandemi Covid-19 mulai dari pra-produksi sampai distribusi film menjadi terhambat.

Baca juga: 9 Replika Pesawat Tempur Dikerahkan untuk Syuting Film KADET 1947

"Jadi pada dasarnya ketika ini terjadi, membawa teman-teman untuk menggeser mindset, bukannya kita berhenti. Tapi kita tersumbat," ujar Salman Aristo, saat diskusi publik virtual bertajuk Peluang dan Tantangan Bisnis Film Online di Era Pandemi, Selasa (20/10/2020).

Salman mengibaratkan dunia perfilman saat ini hanya terhambat, bukan berarti terhenti sepenuhnya.

"Gue membawa pemahaman itu, pada dasarnya, airnya tetap jalan kita bisa tetap berjalan cuma memang sekarang yang mampet pipanya," kata Salman.

Baca juga: 5 Fakta Masalah Psikologis Masyarakat Indonesia Selama Pandemi

"Gue bilang salah satu pipa yang terhenti itu adalah bioskop, tapi sebelum itu kan ada proses dulu terhambat yaitu produksi," tambahnya.

Menurut Salman, sebelum adanya pandemi yang menyebabkan tutupnya bioskop, masalah distribusi film sudah terjadi.

"Masalah pipa sebenernya sebelum pandemi sudah terjadi. Alternatif-alternatif pipa baru terhadap medium audio visual terutama di online," ujarnya.

Ada atau tidak adanya pandemi, kata Salman, dunia perfilman memang telah mengalami pergeseran ke dunia digital.

"Ada tidak adanya pandemi, dunia film, dunia visual mengalami pergeseran. Ada enggak ada juga memang kita bergeser ke dunia streaming ke dunia digital," tuturnya.

Sebab itu, Salman menuturkan pekerja di dunia film harus punya strategi untuk menyikapi pergeseran tersebut.

"Ayo kita sikapi, ini satu planet, bukan kita saja yang kena. Lebih kepada bagaimana berstrategi menjadi lebih tajam dengan berbagai macam proses produksi affordable bukan cuma biaya ya dengan syuting serba ketat ini, itu aja sih kurang lebih itu," pungkas Salman Aristo.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X