Kompas.com - 20/10/2020, 19:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Film belatar sejarah Indonesia persembahan Temata Studios berjudul KADET 1947 diproduksi dengan skala yang cukup besar.

Tidak tanggung-tanggung, ada 9 replika pesawat tempur yang dikerahkan untuk film yang disutradarai sekaligus ditulis oleh Rahabi Mandra dan Aldo Swastia itu.

Hal itu dikatakan sang produser, Celerina Judisari dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Sinopsis Film Apollo 13, Kisah Menegangkan Peluncuran Astronot ke Bulan

“Ini replika-replika pesawat tempur tim kita yang bikin sendiri dengan didampingi oleh Dinas Penerangan TNI AU, salah satunya ada model pesawat Cureng yang dipakai di peristiwa aslinya," kata Celerina.

Lanjut Celerina, replika pesawat itu nantinya akan dikemas lebih menarik dengan bantuan teknologi CGI.

"Nanti eksekusinya akan dikombinasikan dengan teknik CGI untuk menampilkan adegan serangan udara. Jadi biar pas nonton semakin berasa ambience-nya," lanjutnya.

Baca juga: 4 Fakta Menarik Film KADET 1947, Berlatar Sejarah hingga Bertabur Bintang Muda

Tak sampai di situ, mereka juga menciptakan Pangkalan Udara Maguwo dan hanggarnya (asal usul Bandara Adisutjipto yang pernah menjadi sekolah penerbangan untuk kadet), juga pemukiman warga bernuansa era 40-an.

Semua itu dibangun di Landasan Udara Gading TNI AU di Gunung Kidul, Yogyakarta.

KADET 1947 menceritakan perjuangan para kadet atau siswa angkatan udara (taruna) yang melakukan aksi pengeboman pertama dalam upaya mempertahankan kemerdekaan bangsa kala Agresi Militer Belanda I pada 1947.

Baca juga: Ibnu Jamil Geser Wafda Saifan Perankan Halim Perdana Kusuma dalam KADET 1947

Tujuh orang pemuda kadet melakukan serangan udara ke tentara Belanda di beberapa wilayah yang diduduki saat itu, yaitu Ambarawa dan Semarang.

Dengan segala keterbatasan peralatan dan senjata, mereka berhasil melaksanakan serangan balik atas Agresi Militer Belanda I pasca pelanggaran Perjanjian Linggarjati oleh Belanda.

Film ini dibintangi deretan aktor seperti Kevin Julio sebagai Mulyono, Bisma Karisma sebagai Sutardjo Sigit, Martino Lio sebagai Bambang Saptoadji, Omar Esteghlal sebagai Suharnoko Harbani

Ada pula Wafda Saifan sebagai Sutardjo, Fajar Nugra sebagai Kaput, Chicco Kurniawan sebagai Dulrachman, Andri Mashadi sebagai Agustinus Adisucipto, Ario Bayu sebagai Soekarno, Ibnu Jamil sebagai Halim Perdana Kusuma, Mike Lucock sebagai Soerjadi Soerjadarma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.