Kompas.com - 09/05/2020, 12:32 WIB
Ruben Onsu dalam wawancara di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020) KOMPAS.com/ MELVINA TIONARDUSRuben Onsu dalam wawancara di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain dikenal sebagai pembawa acara, Ruben Onsu juga dikenal sebagai pebisnis. 

Bukan bisnis kecil, Ruben punya lebih dari ribuan karyawan yang bekerja di bisnis kuliner bernama Gebrep Bensu.

Baca juga: Ruben Onsu Terpaksa Tutup Dua Restorannya akibat Omzet Terus Menurun

Di masa sulit sekarang ini, Ruben tak bisa memungkiri bisnisnya sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

"Ini hal yang paling sedih dalam perjalanan saya, di luar pemikiran saya, tidak ada persiapan, jadi semuanya berubah drastis dan saya harus ambil tindakan," ujar Ruben saat Instagram Live bersama Sandiaga Uno dikutip Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Akibat dampak pandemi ini, Ruben harus merumahkan 2.500 karyawan yang bergantung hidup pada bisnisnya itu.

Baca juga: Ruben Onsu Berduka, Bagikan Momen Bersama Didi Kempot di Panggung

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari 6.500 karyawan yang saya bisa selamatkan hanya 4.000, ketika mereka di rumahkan (yang tadinya) kemarin-kemarin tidak saya rumahkan, tapi bank saya sesak, saya tidak bisa menyelamatkan mereka sama sekali," ujarnya.

Ia terpaksa merumahkan ribuan karyawannya itu karena tak sanggup untuk menggaji selama beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Keseruan Ruben Onsu dan Betrand Peto Joget India Saat Bersihkan Rumah Baru

"Mau gali gobang tutup lobang pun butuh waktu. Enggah usah ngomong keuntunganlah, menggaji mereka saja saya tidak bisa," ujar Ruben.

Harus merelakan hampir setengah karyawannya, Ruben hanya bisa memberikan gaji mereka selama sebulan dan ditambah dengan uang tunjangan hari raya.

Baca juga: Ruben Onsu Ditemani Betrand Peto Bagikan Sembako di Pinggir Jalan

"Jadi konpensasi yang dilakukan adalah ketika saya rumahkan mereka saya gaji satu bulan plus THR, tidak ada yang saya potong sama sekali, gaji full dan THR, itu saja yang bisa saya selamatkan," katanya.

Menurut dia, jika harus mempertahankan karyawan di masa sulit karena pandemi ini akan beresiko tinggi bagi perusahannya.

Baca juga: Untuk Ribuan Karyawannya, Ruben Onsu: Kita Bisa Lewati Pandemi Covid-19 Ini

"Saya cuma berpikir 2.500 itu harus saya sudahkan pekerjaannya karena saya harus selamatkan yang lainnya untuk perusahan saya secara sehat gitu," kata Ruben.

Menurut Ruben, pendapatan bisnisnya turun lebih dari 50 persen dari sebelum wabah virus corona.

Baca juga: Ruben Onsu Bersedih Rayakan 3 Tahun Bisnis Kulinernya, Kenapa?

"Awal-awal pergerakannya belum dahsyat ya. Sampai (akhirnya) hari ini omset yang menurun dari (bisnis) saya itu sudah 70 persen," kata Ruben.

Ruben hanya mencoba bersabar, karena semua orang termasuk pebisnis sepertinya pasti ikut merasakan hal yang sama.

Baca juga: Cerita Ruben Onsu Kena Tipu Penjual Masker Bodong

"Jadi bagaimana 70 persen itu, ya karena sudah tidak ada yang bisa.. ini kan sudah isu dunia, saya tidak bisa bergerak banyak," ujarnya.

Karena bisnisnya terus terpuruk, Ruben akhirnya mengambil keputusan yang berat yakni terpaksa menutup dua waralaba atau restoran miliknya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X