Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Pintu Kayu

Kompas.com - 30/06/2022, 12:58 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kayu menjadi material yang umum digunakan untuk pintu rumah sejak lama, terlebih pintu masuk rumah

Banyak pemilik rumah menganggap kayu sebagai bahan paling otentik untuk konstruksi serta memiliki keindahan dan karakter yang dapat meningkatkan tampilan rumah.  

Baca juga: 6 Cara Merapikan dan Menyegarkan Tampilan Pintu Depan Rumah

Tidak ada material lain yang dapat menandingi serat kayu alami yang ditambahkan ke pintu. Selain itu, kekokohan dan sentuhan kayu membuat pintu serta semua strukturnya tampak seolah-olah dibangun dengan bahan kelas satu.

Namun, kayu juga memiliki kekurangan. Banyak pembangun saat ini akan menyarankan  mengunakan alternatif kayu dan menghindari pintu kayu

Baca juga: 5 Warna yang Harus Dihindari di Area Pintu Masuk Rumah

 

Kekurangan pintu kayu 

Ilustrasi pintu depan rumah, Ilustrasi pintu kayu.Shutterstock/Breadmaker Ilustrasi pintu depan rumah, Ilustrasi pintu kayu.
Awalnya, material kayu terlihat bagus saat masih baru. Dari tampilannya, akan sangat mudah mengetahui usia pintu kayu yang berusia dua tahun dan 10 tahun.

Pasalnya, ketika menua, pintu kayu kehilangan nilai estetikanya. Jadi, seiring waktu, kayu kehilangan kepraktisannya dibanding bahan lain seperti fiberglass dan baja.

Selain itu, material kayu dipengaruhi kondisi eksternal seperti paparan cuaca seperti panas dan hujan. Hal ini bisa membuat pintu kayu melengkung, memuai, bengkok, retak, dan akhirnya kehilangan daya tarik serta keefektifannya. 

Baca juga: 5 Tips Memilih Kusen Pintu Kayu yang Bagus dan Kuat

Belum lagi, pintu kayu rentan digerogoti rayap yang dapat membuatnya keropos dan terdapat lubang pada berbagai permukaan.

Selain itu, pintu kayu yang terkena paparan hujan bisa menyebabkan pembusukan dan paparan sinar matahari yang terus menerus membuat permukaan atas mulai mengelupas. 

Baca juga: 5 Hal yang Dapat Menyebabkan Kusen Jendela dan Pintu Kayu Berayap

Material lain untuk pintu masuk rumah

Ilustrasi teras rumah, ilustasi pintu depan rumah, Ilustrasi pintu kayu.SHUTTERSTOCK / David Papazian Ilustrasi teras rumah, ilustasi pintu depan rumah, Ilustrasi pintu kayu.
Meski menjadi material yang disukai dan pilihan utama untuk pintu masuk rumah selama bertahun-tahun, kayu bukan satu-satunya pilihan yang tersedia.

Memang tidak banyak pilihan material yang tersedia karena pemilik rumah lebih menyukai kayu dan memberikan layanan yang dibutuhkan dengan cukup baik.

Namun, lantaran memiliki kekurangan cukup banyak, masyarakat mulai mencari alternatif lain dari kayu dan membutuhkan sesuatu yang menawarkan layanan seperti kayu, tetapi dengan kerugian terbatas.

Dilansir dari My Decorative, Kamis (30/6/2022), ada beberapa pilihan material untuk pintu depan rumah selain kayu seperti berikut ini. 

Baca juga: Feng Shui: 4 Tips Mendatangkan Energi Positif di Pintu Masuk Rumah

Orang lebih memilih pintu eksterior fiberglass karena berbagai alasan. Material ini tahan lama, menawarkan perawatan rendah, dan meniru keindahan kayu dengan tekstur bawaan.

  • Pintu baja 

Ilustrasi pintu bajaUnsplash/Skyler Smith Ilustrasi pintu baja
Baja adalah pilihan standar di pasar komersial. Ini memberikan keamanan tinggi karena bahannya menawarkan penutup yang hampir anti-pencurian serta cukup tahan lama, tetapi memiliki bobot yang berat. 

Baca juga: 7 Cara Menyegarkan Tampilan Area Pintu Luar Rumah

  • Pintu aluminium 

Jika tidak menyukai pintu baja karena memiliki beratnya, Anda dapat mempertimbangkan pintu masuk aluminium.  Material ini ringan, tahan lama, juga harganya mudah terjangkau. 

  • Pintu vinil

Pintu vinil memiliki harga lebih murah dibanding material lainnya. Itulah mengapa penggunaannya meningkat di kalangan pemilik rumah. Pintu vinil juga tahan lama dan perawatannya cukup rendah. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com