Kompas.com - 17/01/2021, 09:47 WIB
Ilustrasi kucing yang sedang sakit. SHUTTERSTOCK/SOPHIE MCAULAYIlustrasi kucing yang sedang sakit.

JAKARTA, KOMPAS.com - Merawat hewan peliharaan seperti kucing, harus juga memerhatikan kesehatannya agar terhindar dari penyakit yang mematikan, salah satunya rabies.

Rabies adalah virus mematikan yang merusak sistem saraf pusat mamalia. Penyakit zoonosis ini dapat menyebar ke manusia dan hewan lain, biasanya melalui gigitan dari mereka yang sudah terinfeksi.

Rabies sering menyerang satwa liar seperti rakun, sigung, dan kelelawar, tetapi dapat dengan mudah memengaruhi kucing dan anjing peliharaan.

Baca juga: Mengapa Kucing Tiba-tiba Pendiam? Ini Penjelasannya

Dilansir dari The Spruce Pets, Minggu (17/1/2021), laporan tentang kucing yang terkena rabies, lebih banyak daripada yang terjadi pada anjing.

Hal ini mungkin karena lebih banyak kucing yang dibiarkan bebas berkeliaran dan mungkin bersentuhan dengan satwa liar dan terkena rabies atau hewan liar.

Setelah kucing terpapar rabies, perlu waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai tanda-tanda muncul. Begitu gejala rabies muncul pada kucing, kematian biasanya terjadi dalam waktu sekitar satu minggu.

Tidak ada pengobatan untuk rabies pada hewan. Inilah mengapa vaksinasi rabies sangat penting untuk semua kucing. Tanda-tanda rabies pada kucing biasanya terlihat dalam tiga tahap: prodromal, eksitatif, dan paralitik.

Baca juga: Benarkah Insting Kucing Bisa Prediksi Datangnya Gempa Bumi?

Luka gigitan

Sebelum tanda-tanda rabies muncul, Anda mungkin melihat luka gigitan atau abses pada kucing Anda. Ini mungkin berasal dari satwa liar, kucing lain, atau bahkan anjing, yang mana pun mungkin membawa rabies.

Luka gigitan atau cedera lainnya harus ditangani oleh dokter hewan sesegera mungkin. Diskusikan riwayat vaksinasi rabies kucing Anda dengan dokter hewan sehingga Anda dapat memahami risiko mereka tertular penyakit ini.

Jika kucing sebelumnya telah divaksinasi rabies, dokter hewan Anda dapat merekomendasikan vaksinasi ulang setelah gigitan, terutama jika vaksin sudah lewat waktu. Ini dapat meningkatkan kekebalan dan mencegah rabies menginfeksi kucing.

Jika kucing belum pernah divaksinasi rabies, maka tidak ada pengobatan yang tersedia. Hewan-hewan ini biasanya perlu dikarantina dan diamati tanda-tanda rabies. Sayangnya, euthanasia yang manusiawi adalah satu-satunya pilihan setelah gejala rabies muncul.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X