Kompas.com - 04/12/2020, 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Selama berabad-abad, marmer dan jenis batu alam lainnya melambangkan kekayaan dan kekuatan ketika digunakan untuk lantai dan permukaan lain di tempat tinggal.

Proses pembuatannya yang sulit dan memerlukan waktu yang panjang membuat bahan material ini memiliki harga yang lebih tinggi daripada keramik biasa.

Dilansir dari The Spruce, Jumat (4/12/2029), marmer dan batu alam lainnya memiliki keunggulan dengan menonjolkan keanggunan dan gaya.

 

Baca juga: Simak, Kesalahan Saat Memasang Wallpaper di Rumah

Berabad-abad yang lalu, batu dipilih sebagai bahan bangunan karena kekuatan dan daya tahannya.

Selain itu, yang membuat marmer dan batu alam ini mahal karena setiap tambang di dunia memiliki bentuk batu yang berbeda bahkan dalam satu tambang yang sama, setiap lempengan batu akan memiliki urat dan warna yang sedikit berbeda.

Kelebihan jika ruang di dalam rumah menggunakan jenis batu ini akan memberikan kesan elegan dan mewah sebab urat dan warna yang ditampilkan beragam, berbeda dengan keramik jenis lainnya. 

Kekurangan Marmer dan Batu Alam

Jika di rumah diaplikasikan batu alam atau marmer pada area ruangannya, berarti rumah tersebut akan memiliki nilai jual yang tinggi.

 

Baca juga: 6 Alasan Perlu Memasang CCTV di Rumah

Namun, marmer ini memiliki kelemahan, yakni ketika terkena noda atau air akan mengendap di dalamnya dan mengurangi nilai estetikanya.

Selain itu, marmer yang diaplikasikan di lantai akan memiliki suhu lebih rendah, yakni lebih dingin daripada jenis keramik lainnya.

Berbeda dengan keramik yang memiliki beragam tekstur, marmer ini memiliki tekstur yang licin jika tidak dilapisi dengan coating anti licin. ketika permukaannya basah.

Maka dari itu, tidak disarankan untuk kamar mandi basah yang digunakan oleh anak-anak atau orang tua.

 

Sementara itu, lantai batu alam membutuhkan adaptasi struktural, sebab memiliki bobot yang berat dan rentan retak jika lantai bawahnya menekuk.

Hal ini mungkin membutuhkan penguatan substansial dari subfloor sebelum keramik batu alam dipasang dan ini membutuhkan biaya yang tinggi.

Tak hanya itu, batu alam lebih keropos daripada keramik atau porselen, sebab batu alam relatif berpori dan mudah berubah warna karena kelembapan.

Jenis batu yang memiliki kandungan besi yang tinggi (salah satunya marmer) dapat berubah warna dan berkarat bila digunakan di lingkungan yang lembab.

Yang terakhir adalah batu alam dan marmer memiliki perawatan yang sulit, sebab detergen atau sabun pembersih standar tidak dapat digunakan, karena lapisan film di atas batu yang berubah warna akan menumpuk secara bertahap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Spruce
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.