Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

13 Negara Ini Desak Israel agar Menahan Diri dari Invasinya ke Rafah

Kompas.com - 17/05/2024, 19:47 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Sedikitnya 13 negara Barat serta banyak negara mendukung Israel pada Jumat (17/5/2024). Hanya saja, mereka meminta agar Israel menahan diri terhadap serangannya di Rafah.

Negara-negara tersebut kemudian menyerukan pernyataan melalui menteri luar negeri masing-masing negara.

"Kami menegaskan kembali penentangan kami terhadap operasi militer skala penuh di Rafah yang akan menimbulkan konsekuensi bencana terhadap penduduk sipil," bunyi seruan tersebut, dikutip dari AFP.

Baca juga: Israel: Kasus Genosida di Pengadilan PBB Tak Sesuai Kenyataan

Seruan itu dikirim kepada Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, dan dipublikasikan.

Untuk 13 negara itu antara lain Australia, Inggris, Kanada, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan dan negara-negara anggota UE yakni Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Italia, Belanda dan Swedia.

Para menteri menyambut baik langkah-langkah baru-baru ini yang diadopsi oleh kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk meningkatkan aliran bantuan internasional ke Gaza, namun menyerukan “langkah lebih lanjut”.

"Kami mendesak Pemerintah Israel untuk membiarkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza melalui semua titik penyeberangan yang relevan, termasuk di Rafah," kata mereka.

Mereka juga meminta Israel untuk mengambil tindakan nyata untuk melindungi warga sipil, pekerja bantuan kemanusiaan internasional dan lokal serta jurnalis.

Seruan tersebut juga menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan di Gaza Palestina.

Selain itum para menteri mendesak Israel untuk membuka semua jalur pasokan darat ke Gaza untuk mendapatkan bantuan, untuk memulai kembali layanan listrik, air dan telekomunikasi.

Serta secara signifikan meningkatkan pasokan barang-barang yang sangat dibutuhkan, khususnya pasokan medis.

"Terakhir, mereka meminta Israel untuk memfasilitasi evakuasi lebih lanjut dengan mengeluarkan izin keluar bagi semua warga negara kami, orang-orang yang memenuhi syarat, dan warga Palestina yang mengaku pindah karena alasan kemanusiaan atau medis ke luar negeri," jelasnya.

Baca juga: Kera Tergemuk di Thailand Mati karena Sering Diberi Permen dan Minuman Manis

Serangan ke Rafah itu sebagai upaya melenyapkan kelompok Hamas yang tersisa di Jalur Gaza.

Meski ada kekhawatiran internasional terhadap ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi di kota selatan tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com