Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Mengelak Serangannya ke Rafah Sebabkan Kebakaran Mematikan

Kompas.com - 29/05/2024, 06:33 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

GAZA, KOMPAS.com - Militer Israel pada Selasa (28/5/2024) mengeklaim, amunisi yang mereka miliki tidak mungkin menyebabkan kebakaran mematikan di Rafah, Jalur Gaza.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan serangan udara Israel pada Minggu (26/5/2024), membuat tenda-tenda dan tempat penampungan di kamp Rafah terbakar dan menewaskan 45 orang.

Menurut mereka, serangan Israel tersebut memicu kebakaran yang membakar para pengungsi hidup-hidup di tenda-tenda. Mirisnya lagi, banyak di antara korban adalah perempuan dan anak-anak.

Baca juga: Di Tengah Kemarahan Global, Israel Serang Kamp Pengungsi Lagi di Rafah, 21 Orang Tewas

Serangan itu pun telah memicu kemarahan global. Tetapi, Israel mengelak serangannya bisa menyebabkan kebakaran besar.

“Amunisi kami saja tidak mungkin menyulut kebakaran sebesar ini,” ucap Juru Bicara Militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, dalam sebuah konferensi pers mengenai temuan awal penyelidikan Militer Israel atas kebakaran maut di Rafah yang mengundang kecaman internasional.

Militer Israel mengaku telah menargetkan dan menewaskan dua militan senior Hamas di barat laut Rafah dalam serangan tersebut.

Hagari mengatakan kepada para wartawan, bahwa tentara telah mengumpulkan “informasi intelijen yang tepat” sebelum melakukan serangan, termasuk pengawasan dari udara, sebagai bagian dari upaya untuk meminimalisir korban sipil.

"Serangan itu menargetkan sebuah kompleks di luar area yang kami tetapkan sebagai area kemanusiaan," klaim dia, sebagaimana dikutip dari AFP.

Hagari merujuk pada sebuah daerah di Al-Mawasi yang diperintahkan oleh tentara Israel kepada orang-orang di Rafah untuk pergi ke sana ketika mereka melancarkan serangan darat ke kota tersebut.

Baca juga: Di Tengah Kecaman Global, Tank-tank Israel Diam-diam Telah Capai Pusat Kota Rafah

Menurut dia, pesawat-pesawat tempur Israel menjatuhkan dua amunisi seberat 17 kilogram ke sasaran.

Hagari menyebut itu adalah amunisi berukuran paling kecil yang bisa digunakan oleh jet-jet tempur Israel.

“Kami tahu bahwa di dalam kompleks yang kami serang hanya ada anggota Hamas,” katanya.

Hagari mengatakan, penyebab kebakaran setelah serangan itu masih belum diketahui.

“Kami sedang mencari semua kemungkinan, termasuk kemungkinan bahwa senjata yang disimpan di sebuah kompleks di sebelah target kami... mungkin telah terbakar akibat serangan itu,” terang dia.

Ia lalu menayangkan rekaman panggilan telepon yang menurutnya telah disadap oleh intelijen Israel, yang meningkatkan kemungkinan bahwa senjata yang disimpan di sebuah kompleks di dekatnya terbakar.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com