Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/12/2022, 14:30 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Joe Biden pada Kamis (1/12/2022) mengumumkan sanksi terhadap tiga pejabat partai Korea Utara.

Ini sebagai tanggapan atas puluhan uji peluncuran rudal balistik tahun ini, termasuk rudal balistik antarbenua bulan lalu.

Dilansir dari The Hill, AS, bersama dengan mayoritas anggota Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB, mengutuk peluncuran rudal Korea Utara sebagai pelanggaran mencolok terhadap resolusi yang melarang uji coba semacam itu.

Baca juga: AS Siapkan Lebih Banyak Sanksi terhadap Korea Utara

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sanksi yang diumumkan adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghalangi rezim Korea Utara dari kemampuannya memajukan program rudal balistik dan senjata pemusnah massal yang melanggar hukum.

Blinken mengatakan peluncuran 60 rudal balistik yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Pyongyang tahun ini, termasuk uji coba beberapa rudal balistik antarbenua menimbulkan risiko keamanan yang besar bagi kawasan dan seluruh dunia.

Sanksi AS menargetkan tiga individu yang merupakan bagian dari Partai Buruh Korea (WPK), pendiri dan satu-satunya partai politik di negara tersebut.

Baca juga: Presiden Korea Selatan Tegaskan China Bertanggung Jawab Ubah Sikap Korea Utara

Orang-orang yang masuk daftar hitam termasuk Jon Il Ho, anggota Komite Pusat WPK dan ketua Komite WPK Akademi Riset Pertahanan.

Juga dikenakan sanksi adalah Yu Jin, anggota Komite Pusat WPK dan Kim Su Gil, anggota Komite Pusat WPK dan Ketua Sekretaris Komite Provinsi WPK Kangwo.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketiga pria itu juga berada di bawah sanksi Uni Eropa. Blinken mengatakan dalam pernyataannya bahwa tindakan AS dilakukan dalam koordinasi yang erat dengan Jepang dan Korea Selatan.

Baca juga: Kim Jong Un: Tujuan Akhir Korea Utara adalah Memiliki Kekuatan Nuklir Terkuat di Dunia

“Ketiga target memiliki hubungan langsung dengan program rudal balistik Korea Utara yang melanggar hukum,” kata Blinken.

Halaman:
Sumber The Hill
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Inggris Pecat Ketua Partai Konservatif Nadhim Zahawi karena Skandal Pajak

PM Inggris Pecat Ketua Partai Konservatif Nadhim Zahawi karena Skandal Pajak

Global
Boris Johnson: Putin Pernah Ancam Akan Luncurkan Rudal ke Arah Saya

Boris Johnson: Putin Pernah Ancam Akan Luncurkan Rudal ke Arah Saya

Global
Israel Kembali Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem

Israel Kembali Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem

Global
NATO Minta Korea Selatan Berbuat Lebih Banyak untuk Ukraina

NATO Minta Korea Selatan Berbuat Lebih Banyak untuk Ukraina

Global
Firaun Tutankhamun Punya Saingan, Ditemukan Mumi dengan Lidah dan Hati Emas

Firaun Tutankhamun Punya Saingan, Ditemukan Mumi dengan Lidah dan Hati Emas

Global
Israel Segel Rumah Keluarga Pelaku Penembakan di Sinagoge Yerusalem

Israel Segel Rumah Keluarga Pelaku Penembakan di Sinagoge Yerusalem

Global
Kapsul Radioaktif Hilang di Australia Barat, Perusahaan Minta Maaf

Kapsul Radioaktif Hilang di Australia Barat, Perusahaan Minta Maaf

Global
Politikus AS: Kemungkinan Washington Perang Lawan China Sangat Tinggi

Politikus AS: Kemungkinan Washington Perang Lawan China Sangat Tinggi

Global
Israel Kemungkinan Dalang Serangan Drone di Pabrik Peralatan Militer Iran

Israel Kemungkinan Dalang Serangan Drone di Pabrik Peralatan Militer Iran

Global
Meski Jerman Janjikan Ukraina Tank Leopard, Putin Tetap Terbuka Berbicara dengan Scholz

Meski Jerman Janjikan Ukraina Tank Leopard, Putin Tetap Terbuka Berbicara dengan Scholz

Global
Erdogan Akan Izinkan Finlandia Masuk NATO, tapi Swedia Tidak

Erdogan Akan Izinkan Finlandia Masuk NATO, tapi Swedia Tidak

Global
Rangkuman Hari Ke-340 Serangan Rusia ke Ukraina: Pasukan Kyiv Tangkis Serangan di Blahodatne

Rangkuman Hari Ke-340 Serangan Rusia ke Ukraina: Pasukan Kyiv Tangkis Serangan di Blahodatne

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Penembakan AS | WNI Mantan Pemetik Buah di Inggris Jadi Imigran Gelap

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Penembakan AS | WNI Mantan Pemetik Buah di Inggris Jadi Imigran Gelap

Global
Taliban Larang Perempuan Afghanistan Ikut Ujian Masuk Universitas Swasta

Taliban Larang Perempuan Afghanistan Ikut Ujian Masuk Universitas Swasta

Global
Cerita Petenis Andy Murray Main sampai Jam 4 Pagi di Australia Open, Tak Boleh ke Toilet

Cerita Petenis Andy Murray Main sampai Jam 4 Pagi di Australia Open, Tak Boleh ke Toilet

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+