Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/06/2022, 16:15 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com – Mulai Kamis (9/6/2022), Thailand melegalkan penanaman ganja dan konsumsi ganja di dalam makanan dan minuman.

Keputusan tersebut menjadikan Thailand sebagai negara Asia pertama yang melegalkan penanaman ganja dan konsumsinya di makanan dan minuman.

Kendati demikian, pelegalan tersebut tidak termasuk merokok ganja. Merokok ganja tetap termasuk tindakan ilegal dan melanggar hukum di sana.

Baca juga: Thailand Akan Bagikan 1 Juta Tanaman Ganja Gratis ke Warga untuk Ditanam

Pada Kamis, antrean pembeli mengular di gerai yang menjual minuman, permen, dan makanan lain yang mengandung ganja.

Reuters melaporkan, legalisasi penanaman ganja dan konsumsinya untuk makanan disambut baik oleh kelompok pro-ganja.

“Setelah Covid-19, ekonomi menurun, kami benar-benar membutuhkan ini,” kata Chokwan Kitty Chopaka, pemilik toko yang menjual permen karet ganja.

Baca juga: Pengantin Campur Ganja dalam Hidangan, Pesta Kondangan di Florida Gempar

Kendati demikain, pihak berwenang tetap akan mencegah ledakan penggunaan ganja dengan menerapkan sejumlah pembatasan.

Salah satunya adalah batasan ekstraksi kadar senyawa psikoaktif ganja, tetrahydrocannabinol (THC), yang tidak lebih dari 0,2 persen.

Selain itu, penanam ganja harus mendaftarkan dirinya di aplikasi pemerintah yang dinamakan PlookGanja.

Baca juga: Parlemen AS Loloskan UU Penelitian Ganja demi Pelajari Manfaatnya

Hampir 100.000 orang telah mendaftar ke aplikasi tersebut, kata pejabat Kementerian Kesehatan Thailand Paisan Dankhum.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mereka yang melanggar aturan terbaru tersebut masih bisa menghadapi hukuman penjara dan denda.

Thailand, yang memiliki tradisi menggunakan ganja untuk menghilangkan rasa sakit dan kelelahan, melegalkan ganja untuk obat pada 2018.

Baca juga: Ganja Dikembangkan untuk Obati Long Covid dalam Uji Coba Baru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+