Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Uni Eropa Tegaskan Komitmen Dukung Kesuksesan Presidensi G20 Indonesia

Kompas.com - 31/03/2022, 07:01 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Editor

Sumber Antara

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia Vincent Piket menegaskan komitmen UE untuk mendukung Indonesia meraih kesuksesan dalam presidensi G20 tahun ini.

Dukungan tak hanya dari UE, tapi juga lima negara anggota yang menjadi bagian dari G20, yakni Jerman, Italia, Perancis, Belanda, dan Spanyol, kata dia.

“Kami bertekad untuk mendukung Indonesia dan mengambil langkah apapun yang dapat dilakukan untuk menyukseskan (presidensi Indonesia),” kata Piket dalam wawancara khusus dengan Antara di Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Baca juga: Rusia Tidak Masalah jika Dicoret dari KTT G20 Indonesia, tapi Peringatkan Hal Ini

Dia mengatakan, tema presidensi Indonesia yakni "Recover Together, Recover Stronger" merupakan tema yang sangat tepat, mengingat saat ini dunia masih dibayangi oleh dampak pandemi Covid-19.

Menurut dia, dunia perlu segera pulih dari krisis yang diakibatkan oleh pandemi, baik secara ekonomi maupun sosial, dan perlu bersiap menghadapi pandemi di masa depan atau krisis lain yang serupa.

Piket juga menyinggung soal ketegangan antara Rusia dan Ukraina dan aksi militer yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina saat ini.

Menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan bagi tujuan untuk pulih bersama tersebut, sebagaimana dilansir Antara.

Baca juga: Jika Putin ke KTT G20 Bali, Indonesia Diminta Lobi Politik ke Negara Barat

“Untuk pulih bersama, saat ini kita tidak sedang bersama Rusia terkait hal ini. Namun kita akan mencapai tujuan itu, sembari terus membuat kemajuan-kemajuan,” ujarnya.

Dia menuturkan, hal yang penting bagi UE adalah ketika negara-negara G20 menggunakan kekuatannya masing-masing untuk mencapai tujuan dalam isu-isu prioritas.

“Masing-masing negara memiliki kontribusi yang dapat diberikan, baik dari segi kebijakan maupun ekonomi dan pendanaan. Tentunya Uni Eropa akan memainkan perannya di sana,” papar Piket.

Indonesia sendiri telah menetapkan tiga isu prioritas dalam presidensinya di G20, yakni penguatan arsitektur kesehatan global, transisi menuju ekonomi dan energi hijau, serta transformasi digital.

Baca juga: Putin Akan ke G20 Bali, Indonesia Tegaskan Tetap Netral sebagai Ketua

Piket menilai bahwa isu-isu prioritas tersebut membawa tantangan tersendiri bagi Indonesia, namun dia percaya bahwa Indonesia akan meraih hasil-hasil konkret dalam ketiga fokus itu.

“Saya rasa Indonesia berada di posisi yang tepat sebagai presiden, karena Indonesia merupakan negara berpendapatan menengah (middle income country) dan memiliki kemampuan untuk menjembatani negara-negara maju dan negara-negara berkembang," tutur Piket.

"Di masa lampau, Indonesia telah membuktikan kemampuannya, jadi saya rasa ini dapat menjadi tiket menuju kesuksesan dalam presidensi Anda,” ujar Piket.

Baca juga: Joe Biden: Rusia Harus Dikeluarkan dari G20

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Saat Warga Swiss Kian Antusias Belajar Bahasa Indonesia...

Saat Warga Swiss Kian Antusias Belajar Bahasa Indonesia...

Global
Lulus Sarjana Keuangan dan Dapat Penghargaan, Zuraini Tak Malu Jadi Pencuci Piring di Tempat Makan

Lulus Sarjana Keuangan dan Dapat Penghargaan, Zuraini Tak Malu Jadi Pencuci Piring di Tempat Makan

Global
Bendungan di Filipina Mengering, Reruntuhan Kota Berusia 300 Tahun 'Menampakkan Diri'

Bendungan di Filipina Mengering, Reruntuhan Kota Berusia 300 Tahun "Menampakkan Diri"

Global
Pria India Ini Jatuh Cinta kepada Ibu Mertuanya, Tak Disangka Ayah Mertuanya Beri Restu Menikah

Pria India Ini Jatuh Cinta kepada Ibu Mertuanya, Tak Disangka Ayah Mertuanya Beri Restu Menikah

Global
Perbandingan Kekuatan Militer Rusia dan Ukraina

Perbandingan Kekuatan Militer Rusia dan Ukraina

Internasional
Setelah Punya Iron Dome, Israel Bangun Cyber Dome, Bagaimana Cara Kerjanya?

Setelah Punya Iron Dome, Israel Bangun Cyber Dome, Bagaimana Cara Kerjanya?

Global
Protes Pro-Palestina Menyebar di Kampus-kampus Australia, Negara Sekutu Israel Lainnya

Protes Pro-Palestina Menyebar di Kampus-kampus Australia, Negara Sekutu Israel Lainnya

Global
Apa Tuntutan Mahasiswa Pengunjuk Rasa Pro-Palestina di AS?

Apa Tuntutan Mahasiswa Pengunjuk Rasa Pro-Palestina di AS?

Internasional
Setelah Menyebar di AS, Protes Pro-Palestina Diikuti Mahasiswa di Meksiko

Setelah Menyebar di AS, Protes Pro-Palestina Diikuti Mahasiswa di Meksiko

Global
Dilanda Perang Saudara, Warga Sudan Kini Terancam Bencana Kelaparan

Dilanda Perang Saudara, Warga Sudan Kini Terancam Bencana Kelaparan

Internasional
Rangkuman Hari Ke-799 Serangan Rusia ke Ukraina: Gempuran Rudal Rusia di 3 Wilayah | Rusia Disebut Pakai Senjata Kimia Kloropirin

Rangkuman Hari Ke-799 Serangan Rusia ke Ukraina: Gempuran Rudal Rusia di 3 Wilayah | Rusia Disebut Pakai Senjata Kimia Kloropirin

Global
Biaya Rekonstruksi Gaza Pascaperang Bisa Mencapai Rp 803 Triliun, Terparah sejak 1945

Biaya Rekonstruksi Gaza Pascaperang Bisa Mencapai Rp 803 Triliun, Terparah sejak 1945

Global
Paus Fransiskus Teladan bagi Semua Umat dan Iman

Paus Fransiskus Teladan bagi Semua Umat dan Iman

Global
Rusia Dilaporkan Kirimkan Bahan Bakar ke Korea Utara Melebihi Batasan PBB

Rusia Dilaporkan Kirimkan Bahan Bakar ke Korea Utara Melebihi Batasan PBB

Global
Turkiye Hentikan Semua Ekspor dan Impor dengan Israel

Turkiye Hentikan Semua Ekspor dan Impor dengan Israel

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com