Kompas.com - 05/10/2021, 23:32 WIB
Evergrande Group merupakan contoh lain raksasa bisnis yang sudah ditentukan nasibnya dengan kebijakan kemakmuran bersama China. GETTY IMAGES via BBC INDONESIAEvergrande Group merupakan contoh lain raksasa bisnis yang sudah ditentukan nasibnya dengan kebijakan kemakmuran bersama China.

BEIJING, KOMPAS.com - Dalam beberapa bulan terakhir hampir setiap hari muncul berita pemerintah China menindak pelaku bisnis yang "menyimpang" atau hal-hal yang dipandang "tidak beres".

Banyaknya pengumuman peraturan baru yang keras dan penegakan peraturan yang sudah ada secara ketat.

Target "operasi" ini adalah perusahaan-perusahaan kelas kakap di “Negeri Tirai Bambu”. Langkah-langkah itu merupakan bagian dari kebijakan terpusat yang digagas Presiden China Xi Jinping, yang disebut inisiatif "kemakmuran bersama."

Ini istilah yang tidak asing lagi di China. Bahkan sudah muncul sejak 1950-an, saat digunakan oleh pemimpin pertama Republik Rakyat China, Mao Zedong.

Baca juga: Taiwan Bersiap Perang Melawan China dan Meminta Bantuan Australia

Sejak peringatan HUT ke-100 Partai Komunis China (PKC) beberapa waktu lalu, telah jadi sinyalemen bahwa istilah itu kembali digunakan sebagai pedoman kebijakan pemerintah pusat.

Kunci dari kebijakan tersebut adalah upaya pemerintah untuk mengatasi jurang kesenjangan antara yang kaya dan miskin di negara itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sebagian pihak menilai kebijakan baru itu justru berpotensi membahayakan kebangkitan ekonomi terbesar kedua di dunia itu, sekaligus menimbulkan ancaman eksistensial bagi PKC.

Langkah-langkah keras yang diterapkan belakangan ini juga dipandang sebagai cara untuk mengendalikan para konglomerat yang telah bermunculan dengan pesatnya.

Mereka dilihat telah memberi lebih banyak ruang bagi konsumen dan pekerja di perusahaannya untuk bersuara, terkait bagaimana menjalankan usaha sekaligus mendistribusikan pendapatan.

Baca juga: China Beli Tes PCR dalam Jumlah Massal, Beberapa Bulan Sebelum Kasus Covid-19 Pertama Dilaporkan

Gerakan lokal yang berdampak global

Sejak muncul retorika itu dari Beijing, dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi sejumlah tindakan penertiban terhadap berbagai kepentingan bisnis di China.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria AS Diduga Tembak Mati 4 Anaknya dan Nenek Mereka

Pria AS Diduga Tembak Mati 4 Anaknya dan Nenek Mereka

Global
Pfizer Mulai Racik Vaksin Covid-19 Khusus untuk Varian Omicron

Pfizer Mulai Racik Vaksin Covid-19 Khusus untuk Varian Omicron

Global
UPDATE Gempa Peru M 7,5: 12 Korban Luka, 117 Rumah Hancur, 2.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

UPDATE Gempa Peru M 7,5: 12 Korban Luka, 117 Rumah Hancur, 2.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Global
Jelang Hari AIDS Sedunia, Tingkat Infeksi Belum Melambat Sesuai Target

Jelang Hari AIDS Sedunia, Tingkat Infeksi Belum Melambat Sesuai Target

Global
Vaksin Sekarang Mungkin Kurang Efektif Lawan Omicron, tapi Masih Ampuh Cegah Varian Lainnya

Vaksin Sekarang Mungkin Kurang Efektif Lawan Omicron, tapi Masih Ampuh Cegah Varian Lainnya

Global
Maraknya SMS Penipuan di Australia Rugikan Warga Rp 870 Miliar, Pemerintah Bertindak

Maraknya SMS Penipuan di Australia Rugikan Warga Rp 870 Miliar, Pemerintah Bertindak

Global
POPULER GLOBAL: Gejala Varian Omicron dan Gambar 3D Pertamanya

POPULER GLOBAL: Gejala Varian Omicron dan Gambar 3D Pertamanya

Global
Kenapa Israel dan Amerika Serikat Berhubungan Baik?

Kenapa Israel dan Amerika Serikat Berhubungan Baik?

Internasional
Ratusan Perempuan Terbunuh Setiap Tahun, Perempuan Turki Berunjuk Rasa

Ratusan Perempuan Terbunuh Setiap Tahun, Perempuan Turki Berunjuk Rasa

Global
Qatar Banggakan Stadion Bongkar-Pasang untuk Piala Dunia 2022, Apa Istimewanya?

Qatar Banggakan Stadion Bongkar-Pasang untuk Piala Dunia 2022, Apa Istimewanya?

Global
5 Anggota Parlemen AS Kunjungan Mendadak ke Taiwan, Apa Tujuannya?

5 Anggota Parlemen AS Kunjungan Mendadak ke Taiwan, Apa Tujuannya?

Global
Sempat Mundur Beberapa Hari Lalu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia Lagi

Sempat Mundur Beberapa Hari Lalu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia Lagi

Global
Foto Perempuan Bermata Sipit dengan Produk Dior Picu Polemik di China

Foto Perempuan Bermata Sipit dengan Produk Dior Picu Polemik di China

Global
Wanita Ini Tak Ingin Tinggalkan Suaminya yang Terlalu Ganteng Meski Sering Disiksa

Wanita Ini Tak Ingin Tinggalkan Suaminya yang Terlalu Ganteng Meski Sering Disiksa

Global
Menteri Utama Skotlandia: Varian Omicron Harus Disikapi dengan Serius

Menteri Utama Skotlandia: Varian Omicron Harus Disikapi dengan Serius

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.